[http://internasional.kompas.com/read/2011/04/27/11200354/Lima.Tingkat.Gelar.Kebangsawanan.Inggris]

Lima Tingkat Gelar Kebangsawanan Inggris

DARI 1.900 undangan yang akan hadir pada hari pernikahan pangeran William dan Kate Middleton pada Jumat ini, kelompok bangsawan Inggris merupakan yang terbesar. Siapa saja kelompok aristokrasi Inggris itu dan apa gelar serta sebutan khusus untuk mereka?

Duke/Duchess

Duke merupakan gelar tertinggi dari lima tingkat gelar dalam kebangsawanan Inggris. Jika seorang duke juga merupakan anggota angkatan bersenjata, pendeta atau duta besar, pangkat atau jabatan mereka mendahului gelar kebangsawanannya. Misalnya, “Major-General Duke of …”. Istri dari seorang duke selalu disebut duchess, atau Duchess X ketika diperkenalkan. Dalam dokumen legal, para duke itu disebut sebagai Most Noble William Edward Duke of X. Marquess/Marchioness

Gelar kedua setelah duke adalah marquess/marchioness. Sebuatan lord atau lady merupakan sapaan yang benar buat mereka. Saat ini ada 34 marquess di Inggris Raya. Marquess terkemuka Inggris adalah Marquess of Winchester, gelar yang diberikan tahun 1551 (meskipun ia sesungguhnya tinggal di Afrika Selatan). Sementara marquess terkemuka di Skotlandia adalah Marquess of Huntly (diberikan tahun 1599).

Earl/Count atau Countess

Earl/count atau countess menempati peringkat ketiga dalam gelar kebangsawanan. Gelar itu sudah ada sejak zaman Raja Canute (abad 10). Saat ini ada 191 earl (tidak termasuk Earl of Wessex, Pangeran Edward) dan courtesy earldoms, serta empat countess. Earl terkemuka Inggris dan Irlandia adalah Earl of Shrewsbury dan Waterford (saat ini Charles Henry John Benediktus Crofton Chetwynd Chetwynd-Talbot). Sapaan untuk kelompok ini cukup disebut lord atau lady.

Viscount/Viscountess

Viscount/Viscountess disebut sebagai lord ketimbang Viscount X. Gelar ini berasal dari kantor seorang count, sebuah pangkat yang telah menjadi warisan dari awal abad 10. Ini juga digunakan untuk sheriff sebuah wilayah. Di Inggris gelar itu pertama kali tercatat tahun 1440, dalam Perang Seratus Tahun setelah Raja Henry VI dinobatkan sebagai raja Inggris dan Perancis. Dia ingin mengonsolidasikan gelar kedua negara itu, dan menggelari John Lord Beaumont sebagai Viscount Beaumont di Inggris dan Viscount Beaumont di Perancis.

Baron/Baroness

Baron/Baroness merupakan peringakat terakhir dalam gelar kebangsawanan Inggris. Kata itu dalam Bahasa Perancis Tua berarti “orang bebas”. Pada abad 13 para baron dipanggil oleh raja untuk menghadiri sidang Penasehat atau Parlemen. Baron pertama yang secara resmi diberi gelar adalah John Beauchamp de Holt. Ia menjadi Baron Kidderminster dan gelar itu diberikan oleh Raja Richard II tahun 1387. Sapaan bagi seorang baron cukup sebagai lord. Sorang baroness disebut lady. Gelar baron atau baroness hanya digunakan dalam dokumen-dokumen hukum atau formal.


[http://anieensama.wordpress.com/2010/12/06/gelar-bangsawan-di-eropa/]

Gelar Bangsawan di Eropa

Sekedar curhat nih. Sebenarnya aku posting ini karena aku sedang tergila-gila pada salah satu komik terbitan Indonesia. Aku penasaran dengan gelar bangsawan yang ada di dalam ceritanya. Gelar tersebut mempengaruhi derajat sosial orang tersebut. Semakin tinggi gelarnya, semakin tinggi derajat sosialnya. Artinya, orang yang memiliki gelar bangsawan harus diperlakukan dengan hormat dan sopan.

Berikut ini urutan gelar bangsawan dari yang tertinggi sampai yang terendah hasil dari cari-cari di mbah google^^:

1. Emperor

Adalah penguasa kerajaan. Mengatur segala bentuk peperangan dan berperan besar untuk merebut kekuasaan negara lain. Emperor juga sangat berkuasa dan sering disebut raja antar benua.

2. King/Queen

Bertugas memimpin sebuah negara bagian kekuasaan. Memiliki hak istimewa seperti memberi wewenang, mengatur segala bentuk perundang-undangan, pemimpin pertumbuhan ekonomi dan perang serta hukuman mati.

3. Duke/Duchess

Duke untuk laki-laki dan Duchess untuk perempuan. Merupakan gelar bangsawan tertinggi dibawah pemerintahan monarki. Kaum bangsawan pemilik dari tanah-tanah dan penguasa provinsi.

4. Marquis/Marchioness

Marquis untuk laki-laki dan Marchioness untuk perempuan. Kaum bangsawan feodal yang secara turun temurun dari keluarga kerajaan. Merupakan komandan tertinggi yang bertugas sebagai penasihat dan biasanya adalah orang yang pintar dalam taktik perang.

5. Count(Earl)/Countess

Count(Earl) untuk laki-laki dan Countess untuk perempuan. Gelar ini biasanya di dapat dari warisan ayahnya yang merupakan seorang Duke atau Emperor. Bertugas memimpin strategi perang dan merupakan calon Raja.

6. Viscount/Viscountess

Viscount untuk laki-laki dan Viscountess untuk perempuan. Gelar ini merupakan penghargaan yang diberikan raja kepada orang yang telah mengabdikan dirinya untuk maju berperang. Biasanya diangkat menjadi wakil pangeran.

7. Baron/Baroness

Baron untuk laki-laki dan Baroness untuk perempuan. Merupakan tahta posisi feodal di kerajaan Eropa dan tingkat terbawah di kerajaan. Biasanya diberi tugas lahan-lahan pertanian atau tanah-tanah kosong.

[http://dunianyasari.blogspot.com/2011/04/royal-family-kerajaan-inggris.html]

Royal Family: Kerajaan Inggris

Inggris Raya ( Great Britain ) adalah negara kerajaan yang kekuasaannya dipegang oleh King ( Raja ) atau Queen ( Ratu ). Keturunannya pun akan mendapatkan gelar yang disesuaikan dengan urutan kelahiran
  • Putra pertama bergelar Prince ( Pangeran )
  • Putra kedua bergelar Duke
  • Putra ketiga bergelar Earl
Untuk seterusnya, putra pertama Prince bergelar prince; keturunan pertama Duke bergelar Duke dan seterusnya.
Earl adalah gelar tertinggi dari para bangsawan sebelum ada Duke. Istri Earl akan mendapatkan gelar Countess, namun kerap disapa Lady.
Gelar Lady juga dipakai untuk istri Lord dan wanita bangsawan pada umumnya
Gelar Kebangsawanan Inggris
Terdapat 5 kasta dalam sistem kebangsawanan Inggris, yaitu:
  • Duke, yang merupakan gelar tertinggi
  • Marquess
  • Earl
  • Viscount
  • Baron
Di bawah Baron masih ada gelar yang merupakan anugerah kehormatan ( bukan karena pertalian dengan keluarga kerajaan ). Misalnya:
  • Baronet
  • Knight
Keduanya biasa dipanggil Sir
Istri Duke diberi gelar Duchess, dan bila suaminya meninggal akan disebut Dowager Duchess
Istri Viscount mendapat gelar Viscountess
Ada lagi satu gelar Regent, yaitu sebutan untuk George, pangeran Wales ketika ia mewakili ayahnya, George III yang sakit jiwa ( 1811-1820 )
Kesimpulannya: Rumit…. 🙂
Advertisements

25 Maret 2014

Hari Selasa ini sungguh sial–untungnya belakangan mampu mencarikan solusi. Satpol PP merampas bawaan, lalu menyerahkan ke Dinas Sosial Surabaya di Keputih (LIPONSOS). Masuk Barak-D, bagian Gepeng (gelandangan dan pengemis). Entah bagaimana menceritakannya. Yang jelas dari sini mampu mengubah jalan cerita hidup kita–sebagaimana akan dituliskan.

09 April 2014

Hari Rabu. Hari ini pemilu tahap pertama dilaksanakan.

Wilayah Denanyar, Jombang pinggiran. Tetapi suasana TPS tidak terlihat ramai. Ini berbeda dengan pengalaman penulis ikut nyoblos ketika masa reformasi baru muncul. Tampak di pagi ini beberapa warga duduk di kursi yang disediakan panitia. Tetapi banyak yang kosong, terutama bagian tengahnya. Tidak jauh beda dengan di TPS 19, wilayah yang sama. Suasana nampak sepi-sepi saja.

Adapun suasana di luar, penulis merasa ada nuansa yang berbeda. Tetapi jika dirasakan justru lebih mirip hari raya.

[Sisipan:

– Mengapa orang-orang sering terdengar menyanyi-nyanyikan atau melagu-lagukan suatu irama tertentu di saat suasana sunyi atau di tengah kesunyian. Pada awalnya penulis menduga itu adalah perilaku orang pada umumnya untuk mengatasi stres karena depresi tinggal di blok seperti ini. Tetapi baru kemudian ketahuan bahwa yang biasa melakukan ini adalah orang-orang buta, entah sejak dari sananya atau kemudian. Yang penulis amati adalah orang buta yang memiliki keadaan tubuh seperti seorang pria yang gagah. Ini menarik, karena lagu-lagu itu lebih mirip irama pembentuk sebagai ganti dari kehilangan penglihatannya, disamping orng buta itu nampaknya ia cacat dari sejak kecilnya, atau mungkin dari sejak lahir (sayang penulis tidak sempat bercakap-cakap).

– Menurut keterangan seorang yang dari Rembang, dia bisa dapat makan gratis berkali-kali adalah dari perayaan-perayaan pernikahan. Ini artinya dia menggunakan sesuatu kebaikan-kebaikannya sendiri yang pernah dilakukannya (menurut pengakuannya dia ini pernah menikah dan sudah punya anak, jadi tentu saja pernah menyelenggarakan pesta pernikahan juga kan?).

– Juga dari orang Rembang yang sama, dia mengaku kena masalah soal tanah. Dari sini penulis menyimpulkan bahwa persoalan tanah milik ini memang merupakan hal yang penting, bukan hanya sekedar orang mencari-cari masalah seperti di desa penulis.

– Berdasar keterangan seorang pengantar ‘Pemulangan’, penulis menangkap adanya ‘science of government’. Yang membuat penulis terkejut juga adalah adanya ‘rasionalisasi’ yang dimiliki sains semacam ini. Selain itu, meskipun cara pengajarannya cenderung ‘memanfaatkan’ kemampuan tingginya imajinasi, tetapi merupakan masukan yang menarik untuk dikaji dari sisi ‘seni pemerintahan’ di daerah, dhi adalah pemkot Surabaya.

– Dari pidato pembuka oleh bapak Supomo, kepala Dinsos Kota Surabaya, penulis kaget menemukan bahwa orang-orang dalam pemerintahan kota Surabaya ini memiliki ‘prestasi’ yang bisa dikatakan sebagai bagian dari kepandaian (kemampuan berpidato di depan umum merupakan sebuah prestasi). Penulis teringat pada almarhum ayah penulis sendiri yang memiliki semacam ini, meski tidak sampai pada tingkat Walikota.

– Perilaku orang-orang stres memang seperti kita temukan pada diri kita sendiri: ‘ngomong dhewe’. Tetapi ada yang wujudnya bukan ‘ngomong’, tapi ‘obah dhewe’. Fakta lain, bukan hanya orang-orang gila psikotik ataupun perilaku-perilaku seksual yang menyimpang atau melanggar norma saja yang melihat-lihat waktu. Waktu akan sholat, waktu maghrib, persis seperti kita ekspresikan dengan ‘diam’ itu, tetapi perilaku stres pun juga demikian.]

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Asy-hadu al-la ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuulullaah

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi aj-ma’iin

Para Blogger Rohimakumullah,

Tentunya para blogger sudah pernah mendengar istilah orang gila. Akan tetapi pernahkah para blogger mendengar istilah psikotik? Tulisan kai ini membahas masalah psikotik ini.

Apa itu psikotik?

Sebuah sumber menyebutkan, “Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak-mampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau/aneh.” (http://perawatpskiatri.blogspot.com/2008/11/psikotik-psychotic.html). Nah, ini artinya psikotik adalah salah satu nama lain dari penyakit kejiwaan ini. Seperti orang bilang, sakit jiwa. Akan tetapi meskipun dikatakan penyakit jiwa, penderita ini ada yang masih dalam taraf bisa disembuhkan. Dia dikatakan bisa menyerang orang, itu benar, karena itulah dikatakan berbahaya. Sumber lain menyebutkan, “Psikotik adalah suatu kelainan jiwa yang  masih dapat disembuhkan.  Namun, pasien yang mengalami psikotik harus menjalani pengobatan dan psikoterapi (terapi kejiwaan) yang cukup lama, sehingga  betul-betul sembuh secara klinis. Meskipun secara medis  gangguan jiwa jenis ini  tidak dapat disembuhkan seratus persen, namun dengan kesabaran dan ketelatenan pasien, dokter dan keluarga, penderita psikotik dapat hidup normal seperti layaknya manusia lain. Secara umum, penderita psikotik dapat hidup berdampingan dengan manusia lain dan menekuni profesinya. Namun pada stadium kronis, panderita psikotik dapat mencederai dirinya dan orang lain sehingga perlu diawasi oleh keluarga pasien.” (http://aceh.tribunnews.com/2013/01/13/gangguan-jiwa-psikotik-bisa-disembuhkan) Itu sebabnya didirikan lembaga yang khusus untuk merehabilitasi orang-orang macam ini, sebagaimana sebuah situs berita menyatakan, “Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebagian besar pasien Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih ini berstatus gelandangan, pengemis dan psikotik. Mereka mendapat pembekalan diri dan terapi psikologi dari Dinas Sosial kota Surabaya, sebelum akhirnya dipulangkan. “Ada sebanyak 1204 pasien di Liponsos Keputih. Ini hanya 5 persen yg dipulangkan. Saya sadar itu tidak mudah, karena masih banyak yang harus melalui tahap rehabilitasi psikologi dan fisiknya,” ungkap Risma di depan puluhan PMKS di Taman Surya, Kamis (3/4/2014).” (http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/202793/pemkot_surabaya_pulangkan_52_pmks_ke_kampung_halaman.html#.Uz1ccicyPAY)

Para blogger rohimakumullah,

Sampai di sini kiranya sudah cukup jelas apa yang dimaksud dengan psikotik itu. Tetapi supaya lebih jelasnya lagi, biarlah penulis jelaskan dengan cara lain yang lebih sederhana. Penulis memiliki teori bahwa penyakit gila itu disebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah gangguan pada sistem syaraf pusat, yang kedua adalah gangguan pada sisi kejiwaan. Yang pertama disebut juga orang gila, tetapi lebih populer dengan ungkapan sakit saraf. Yang kedua, ya, sakit jiwa. Nah, psikotik ini tak lain adalah gila yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan itulah.

Bagaimana mengobatinya?

Masalah kemudian muncul, bagaimana cara mengobati penyakit gila jenis psikotik ini? Jujur penulis nyatakan, penulis sebenarnya adalah ahli syaraf–bukan ahli jiwa. Jadi penulis tidak bisa menyatakan bagaimana cara mengobatinya, tetapi ‘menyarankan’, kalau tidak bisa dibilang memberi masukan.

Penulis menduga, jenis gila yang disebabkan oleh gangguan jiwa ini menilai sesuatu berdasarkan pada pengalaman jiwanya. Jadi, jika diberikan obat dengan dosis tertentu yang tepat, ukurannya bukan pada apa yang dirasakan oleh syarafnya, melainkan oleh jiwanya. Ini artinya, jika dengan obat tersebut jiwanya merasakan ketenangan, maka itulah obatnya. Namun ini tidak mudah. Di satu sisi, gangguan kejiwaan sendiri bisa ditelusuri lagi untuk menemukan ‘bagian’ jiwanya yang terganggu itu. Jika sudah ditemuan, bisa dengan mudah dicarikan pemecahannya. Di sisi lain, masing-masing orang itu memiliki pengalaman jiwa yang berbeda-beda. Ini berarti tiap orang memiiki nilai berbeda terhadap efek obat yang diberikan padanya. Bisa saja suatu jenis obat cocok dengan seorang psikotik, tetapi tidak cocok dengan psikotik yang lain. Jadi tidak bisa secara sembarangan dirumuskan secara umum.

Robbanaa aatinaa fid-dunya khasanah, wa fil aakhirati khasanah, wa qina adzaban naar

Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

(http://kimiafisikafarmasi.tumblr.com/)

kimia fisika farmasi

 

DISPERSI

 

Dispersi adalah suatu sistem dimana suatu zat terbagi dalam zat lain. Zat lain yang terdispersi disebut fase terdispersi, sedangkan fase pendispersi disebut fase kontinu atau fase medium. Dalam sediaan farmasi umumnya merupakan system dispersi karena hampir tidak ada atau jarang sekali obat diberikan dalam keadaan 100% murni.

 

Menurut partikel yang terdispersi maka sistem dispersi dibagi:

  • Dispersi molekul ukuran <1nm
  • Dispersi koloidal ukuran 1nm-0,5μm
  • Dispersi kasar ukuran >0,05μm

 

Koloid

 

Dengan ukuran 1 nm- 0,5 μm , maka partikel tak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, namun dapat dilihat dengan mikroskop elektron.Tidak dapat melalui membran semi permiable,difusi sangat lambat.Beberapa larutan yang kelihatan larut namun sebenarnya masih tergolong kedalam system koloid yang sebetulnya belum betul-betul larut. Ini termasuk koloid.misalnya larutan glukosa, polisakarida,protein,polimer. Molekul dispersi karena ukuranya <1nm dapat melewati membran semi permiable.

 

Metoda dialisis

 

Cara yang digunakan didalam dialisis yaitu membersihkan darah kotor dari unsur-unsur yang tidak larut melewati membran semi permiable dengan menggunakan saringan dari selofan yang dapat melewati glukosa, garam, dan urea.Ultra filtrasi juga dapat digunakan untuk menyaring partikel kecil yaitu menggunakan corong buchner dengan tekanan negatif atau penyedot vacuum . Bila penyaringan menggunakan pengaruh muatan listrik maka metoda ini disebut elektroforesis

 

Penggunaan koloid dalam farmasi

 

Didalam kehidupan banyak sistem koloid yang kita jumpai. Air kelihatan jernih terjadi setelah didiamkan beberapa hari terjadi endapan putih/kuning. Ternyata air ini mengandung batu kapur atau besi yang seakan-akan larut namun sebetulnay bentuknya larutan koloidal. Didalam farmasi system koloid banyak digunakan. Beberapa senyawa misalnya : perak koloid/argentum proteinum dugunakan membunuh mikroorganisme dalam tetes mata merah. Kelebihan sistem koloid dalam farmasi mempunyai sifat tidak mengiritasi karena sebetulnya tidak larut. Plasma protein merupakan protein yang dapat mengikat obat didalam darah sehingga obat dapat aktif. Beberapa bahan alam membentuk dispersi koloid dapat digunakan untuk membuat system bentuk sediaan obat.

 

Beberapa polimer dapat digunakan untuk metoda penyalutan termasuk dispersi koloid.

 

Tipe koloid

 

  1. Liofilik koloid : zat dapat menyatu dengan medium atau disebut tipe koloid yang suka kepada medium pendispersi.. liofilik dispersi dapat dibuat dengan mudah dengan jalan seolah olah melarutkan zat ke dalam pelarut (medium pendispersi). Bila pelarut digunakan air disebut hidrasi. Contoh : gelatin, PGA,insulin albumin, karet polisterin
  2. Liofobik kolid : sistem dimana medium pendispersi tidak banyak berinteraksi dengan medium pendispersi. Jadi seolah-olah didalam medium pendispersi tidak ada fase terdispersi atau seolah-olah terjadi pemisahan. Contoh koloid besi pada air, perak,sulfur
  3. Asosiasi koloid : micele&CMC. Koloid ini mempunyai sifat menyukai air dan menyukai minyak ini disebut surfaktan

 

Sifat Optik dari Koloid

 

Tyndal efek bila cahaya kuat dilewatkan larutan koloid maka cahaya akan terjadi pemantulan cahaya sehingga kekuatan cahaya tersebut akan berubah.

 

Dari prinsip tyndal efek ini dibuat mikroskop elektron.

 

Dengan mikroskop elektron dapat terlihat ukuran partikel yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa.

 

Penyerapan cahaya

 

Akibat koloid cahaya intensitas akan menurun bila lewat larutan koloid.Ini disebabkan kekeruhan koloid.Konsentrasi koloid dapat diukur berdasarkan cahaya yang intensitasnya berkurang.

 

Gerakan Koloid

 

Gerakan Brown.Gerakan Brown ini dapat diamati di dalam mikroskop bila ukuran partikel antara 5 mm.Lebih kecil saat diamati.Makin kecil makin sulit diamati.kenaikan kekentalan medium pendispersi makin kecil gerakan Brown bahkan malah berhenti.Misal bila air ditambah giserin.

 

Difusi.Partikel akan mengalami difusi berjalan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.Gerakan ini berubah setelah mencapai keseimbangan konsentrasi larutan.

 

Sedimentasi.Pengendapan dari koloid dipengaruhi oleh kekentalan medium, bj partikel, tekanan partikel dan konsentrasi partikel.

 

Pengaruh listrik (muatan listrik terhadap koloid)

 

Adanya muatan listrik akan pengaruhi kestabilan koloid terutama koloid yang bersifat ionic.Dengan elektroporosis maka koloid ionic dapat diendapkan dengan proses paengumpalan.

 

Hal ini dapat digunakan untuk melihat banyak zat terlarut atau logam terlarut dalam air

 

Stabilitas Koloid

 

Stabilitas dari koloid akan dipengaruhi oleh faktor adanya muatan listrik dan medium utuk menjaga kestabilan koloid.

 

Penambahan pengental akan menaikan stabilitas koloid, karena akan mencegah daya tarik menarik atau akan menghasilkan geragak Brown ini terjadi pada koloid yang bersifat liofilik.Koloid liofobik tidak tahan / stabil pada panas.Adanya muatan listrik akan menyebabkan daya tarik menarik partikel membentuk gumpalan.

 

Dengan menambah larutan yang bersifat ionic (garam-garam) maka akan mengubah muatan maka kestabilan koloid akan berubah.Akhirnya terjadi tarik menarik dan membentuk aglomorat.

 

Solubilisasi

 

Bila didalam larutan koloid tetap stabil maka seolah olah partikel itu tetap larut.Peristiwa ini disebut dengan solubilisasi.

 

Faktor yang mempengaruhi solubilisasi

 

Ini di pengaruhi oleh surfaktan dan jenis surfaktan

 

kekentalan

 

Kekentalan : hambatan yang terjadi apabila cairan bergerak dalam suatu bidang datar pada jarak tertentu.

  1. Kekentalan dinamis : satuanya poise
  2. Kekentalan statis : satuanya stokes

 

Penggolongan kekentalan

 

Kekentalan dipengarihi beberapa faktor:

i.        Temperatur : makin tinggi suhu, makinkecil kekentalan. Halini penting pada waktu penuangan cairan yang kental atau mengganti ole mesin dilakukan pada saat panas agar lebih mudah mengalir. Kekentalan yang dipengaruhi suhu disebut sistem newton yaitu makin tinggi suhu makin kecil kekentalan

ii.        Kadar zat terlarut : makintinggi zat terlarut maka makin besar kekentalan. Didalam bentuk suspensi, larutan atau emulsi makin banyak zat terlarut, suspending agent maka makin besar kekentalan. Sistem perubahan kekentalan yang tidak dipengaruhi suhu disebut sistem non-newtonius. Dibagi menjadi 3:

  • Aliran plantik dalam keadaan kental biasa, kental namun dengan gerakan sedikit saja sudah berubah menjadi encer ini biasanya trjd pd suspensi yg mengalami flokulasi
  • Aliran pseudoplantik menyerupai plantik, ini terjadi pada zat2 yang digunakan sbg suspending agent atau emulgator. Dalam keadaan biasa akan kental tetapi makin tinggi pengadukan makin encer. Umumnya terjadi pada larutan encer
  • Sifat larutan dilatasi terjadi pd suspensi yang kental dimana mengandung zat terdispersi dengan kadar tinggi ini biasanya terjadi pada suspensi bersifat deflokulasi. Dimana suspensi bersifat renggang kekentalan seputih kapas.

iii.        Bobot jenis : makin besar bobot jenis makin besar kekentalanya. Ini terutama akibat zat terlarut.misalnya ada pengaruh luar atau faktor ekstrinsik (suhu, zat terlarut). Tetapi beberapa cairan murni ternyata berat jenis tidak identik dengan kekentalan.

 

Sistem dan penggunaan kekentalan

 

Sifat kekentalan zat alir cairan digunakan untuk:

  1. Mengukur kemurnian cairan
  2. Stabilitas emulsi, cream, salep, gel,suspensi
  3. Kebaikan atau mutu air sebagai bahan pelumas
  4. Praktik penyaringan cairan kental, menuangkan atau mengalirkan

 

Pengukuran kekentalan cairan

 

a)     Berdasarkan kecepatan aliran : metote ini dengan mengukur kecepatan aliran cairan dibandingkan dengan kecepatan aliran air pada volume atau suhu yang sama. Metode ini menggunakan viskositas ostwald atau ostwald abelohde.

b)    Cup and bob viscometer (metode bola jatuh) menggunakan kelereng atau logam. Dilewatkan tabung yang diameter hampir sama dengan diameter kelereng. Tabung berisi cairan yang akan diukur kekentalannya. Tabung ini direndam ke dalam cairan untuk menyatakan suhu pengukuran

c)     Breakfield atau rim viskometer alat ini berdasarkan mengukur hambatan terhadap gerakan putaran pengaduk (spindel) yang diputar dinamo. Ini dapat digunakan untuk mengukur kekentalan cairan, suspensi,emulsi, salep, cream, gel dengan mengubah jenis pengaduk dengan mengkonversikan dengan masing-masing spindel.

 

keadaan benda

 

Gaya Tarik Menarik Antar Molekul

 

Agar molekul da[at berwujud baik gas, cair, maupun padat maka harus ada gaya tarik menarik antar molekul benda tersebut.Gaya tarik menarik dapat terjadi pada molekul yang sama disebut kOHESI, sedangkan bila berbeda disebut ADHESI.Gaya tarik menarik juga terjadi antar permukaan.Gaya tarik menarik, baik terjadi pada molekul maupun antar permukaan banyak manfaatnya saat kita mempelajari masalah kestabilan suspensi, emulsi, sat terjadi flokulasi atau deflokulasi, kekompakan serbuk dalam kapsul atau kompresi lilitan serbuk pada saat diikat.

 

Gaya Tarik Menarik Dan Tolak Menolak

 

Bila 2 molekul saling berhubungan dan bila masing-masing mempunyai muatan berbeda maka akan saling tarik menarik, sebaliknya bila muatan sama akan terjadi tolak menolak.antara menolak dan menarik terjadi gerakan yang bertentangan sehingga seperti barang yang bersifat elastis.Gaya tarik menarik antar molekul untuk bahan yang berbentuk gas, cair, dan padat sangat berbeda.Hal ini yang akan mempengaruhi bentuk dan kekompakan zat tersebut.

 

Perubahan Bentuk Suatu Zat

 

Ini disebut agrerasi zat.Secara umum zat digolongakan menjadi 3 bentuk, yaitu padat, cair, dan gas.peristiwa perubahan bentuk suatu ke bentuk lain adalah sbb :

  • Padat —-> gas          disebut menyublim
  • Padat —-> Cair           disebut melebur / mencair
  • Gas —-> padat           disebut menyublim
  • Gas —-> Cair             disebut mengembun
  • Cair —-> Gas             disebut menguap
  • Cair —-> Padat           disebut membeku

 

Pt Diagram

 

Adalah pengaruh tekanan dan suhu yang akan mempengaruhi bentuk zat tersebut.Pada Pt Diagram akan mudah dijelaskan perubahan bentuk karena pengaruh tekanan dan suhu.Sebagai contoh air yang mempunyai 3 bentuk, yaitu cair, gas, dan padat.

a)     Bila suhu diturunkan dan tekanan diturunkan, maka air akan berbentuk padat.

b)    Bila suhu dinaikkan dan tekanan di perbesar, maka air akan berbentuk cair.

c)     Bila suhui dinaikkan sedangkan tekanan diturunkan, maka akan berubah menjadi gas.

 

Masing-masing daerah (bentuk zat)di batasi oleh garis-garis pembatas.Ketiga garis dapat bertemu salah satunya, maka titik pertemuan disebut garis pembatas.Pertemuan ketiga pembatas disebut TITIK TRIPLE.Pada titik ini bertemu maka zat tersebut akan mengalami yaitu pada suhu ndan tekanan tertentu akan mengalami ketiga bentuk sekaligus.Apabila zat dinaikan tekanannya pada suhu tertentu, maka akan berubah menjadi gas.Bila pada suhu kemudian tekanan tetap dinaiikan dan suhu coba diturunkan (bila gas gas itu berubah menjadi cair), maka suhu tersebut dinamakan SUHU KRITIS, dan ini penting diketahui p[ada saat kita mengiginkan pencairan gas.

 

Bentuk Gas

 

Bentuk gas umumnya memiliki gaya tarik menat]rik antar molekul sangat kecil bahkan hampir tidak ada lagi.Oleh karena itu, bentuk gas dan volume selalu mengikuti bentuk dan ukuran dari wadah.

 

Hukum Boyle:

 

Bila gas volumenya di perbesar, maka tekanan akan turun.

P xV = K atau P1 x V1 = P2 xV2

 

Perubahan ini pada suhu tetap

 

Pencairan Gas

 

Dengan mengamati titik kritis suatu gas tertentu, maka gas tersebutdapat diubah menjadi bentuk cair asal diketahui titik kritisnya, yaitu dengan menaikkan tekanannya.Perubahan gas menjadi cair dan cair menjadi gas, penting didalam sistem kerja dan penyediian obat, baik sistem packing, sediaan maupun metoda penggunaan.

 

a)     Bentu gas didalam teknik : LPG, LNG, nitrogen cair, freon atau gas lain.

 

b)     Bentuk gas cair dalam obat : Chloraetyl

 

Sediaan Aerosol

 

Apabila gas dimasukkan kedalam wadah tetutup dengan ditekan terus menerus pada suhu kritits akan berubah menjadi cair.Sebaliknya apabila dialirkan ke dalam ruang terbuka akan berubah menjadi gas kembali.Prinsip tersebut digunakan untuk mengemas obat kedalam bentuk AEROSOL (spraying).

 

Prinsip aerosol: bentuk aerosol obat bisa berbentuk cairan,padatan, atau suspensi dengan mencampurkan propelan yaitu gas cair, dicampur dengan serbuk, cairan, atau suspensi, lalu dimasukkan ke dalam kaleng yang diberi valve. Dengan memencet valve tersebut, propelan akan berubah dari cair menjadi gas sekaligus akan membawa bahan obat keluar (contoh: aerosol obat asma atau jenis penghilang bau mulut).

 

Sediaan cair

 

Berbeda dengan gas , bentuk cair mempunyai daya kohesi yang lebih besar namun masih kalah dengan bentuk padat. Oleh karena itu, cairan tidak dapat dimanfaatkan namun bentuk masih bisa berubah, yaitu mengikuti bentuk tempatnya.

 

Salah satu sifat zat cair antara lain: adanya titik beku, titik didih, titik uap, derajat kekentalan, sifat indeks bias. Karena angka dari masing-masing tidak pernah tepat betul, makaistilahnya menjadi jarak didih atau jarak beku, meskipun selisih angkanyasangat kecil.

 

Titik didih/jarak didih

 

Bila cairan dipanaskan mula-mula terjadi kenaikan suhu, lalu mendidih. Suhu didih adalah suhu pada zat cair tepat mendidih pada tekanan udara 76 cm Hg, sedangkan jarak didih adalah suhu pada saat cairan tersuling sebagian/seluruhnya pada tekanan udara 76 cm Hg. Titik didih dipengaruhi oleh jenis cairan, kemurnian cairan, tekanan udara saat itu dan zat terlarut.

 

Pengaruh tekanan terhadap titik didih

 

Bila air dalam keadaan terbuka dipanaskan pada suhu 100°C, telah mendidih. Dengan memanaskan pada tempat tertutup rangkap, ternyata pada suhu 100°C air belum mendidihnya, baru pada suhu 116°C-117°C air akan mendidih bahkan tergantung tekanan, hingga dicapai 121°C.

 

Prinsip tesebut digunakan pada alat autoklaf/pelunak daging atau yang lainnya. Dengan demikian bahwa autoklaf digunakan untuk sterilisasi dengan pemanasan basah pada suhu antara 117°C-121°C. Dengan suhu tersebut, bakteri maupun spora dapat dimatikan. Sedangkan sterilisasi pada uap mengalir, suhu yang tercapai hanya 100°C, sehingga yang mati hanya bakteri namun spora tetap hidup.

 

Jarak didih atau titik didih juga digunakan untuk menentukan kemurnian suatu cairan dangan mengukur titik didihnya, zat yang tidak murni mempunyai titik didih yang menyimpang dari ketentuan literatur.

 

Destilasi fraksi

 

Karena masing-masing cairan mempunyai titik didih tertentu, bila tercampur dengan cairan yang lain dengan cara destilasi fraksi/ penyulingan bertingkat. Berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing.

 

Indeks bias

 

Apabila cahaya dijatuhkan dan melewati medium yang berbeda, misalnya kaca/cairan, maka cahaya tidak berjalan lurus namun sedikit membelokkan/dibiaskan (direfrasikan). Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya apabila menembus zat yang berbeda.pembiasaan tergantung kepada jenis cairan dan kemurnian cairan. Oleh karena itu, indeks bias juga dapat digunakan untuk menentukan kemurnian cairan berdasarkan pembiasaan. Metoda ini disebut metoda refraktometer dengan alat REFRAKTOMETER ABBE. Metode ini sangat cepat, praktis, dan memerlukan bahan yang sangan sedikit (hanya satu tetesan cairan). Metode ini terutama untuk mengukur kemurnian minyak-minyak menguap.

 

Titik beku dan penurunan titik beku (ΔTB)

 

Zat bika didinginkan akan membeku pada suhu bekunya. Titik beku tiap cairan berbeda tergantung kemurnian cairan juga tergantung kemurnian cairan. Bila dalam cairan terlarut zat-zat, maka titik bekunya semakin rendah. Ini disebut dengan penurunan titik beku (ΔTB). Penurunan titik beku ini penting terutama di daerah dingin untuk pendingin mesin. Mesin mobil perlu ditambah garam mineral agar air (radiator cooler) tidak membeku pada musim dingin. Adanya zat terlarut akan menurunkan titik beku, sebaliknya akan menaikkan titik didih. Jika dengan titik beku juga digunakan untuk melihat kemurnian suatu cairan.

 

Penurunan titik beku dan tonisitas larutan

 

Adanya zat terlarut dalam cairan akan mempengaruhi titik beku atau terjadi penurunan titik beku. Ternyata makin tinggi zat terlarut, penurunan titik beku semakin meningkat. Selain itu menurunkan titik beku, hal tersebut juga ada hubungannya dengan tonisitas dari cairan. Jadi, tonisitas cairan juga dipengaruhi oleh kadar zat terlarut.

 

Tonisitas larutan

 

Larutan mempunyai tonisitas tertentu. Tergantung kadar atau jenis zat terlarut. Ini akan terasa apabila cairan dimasukkan ke dalam bahan/ diteteskan pada membran mukosa (selaput lendir) dari anggota badan, seperti hidung dan mata, karena tonisitas berbeda.

 

Cairan badan mempunyai tonisitas tertentu yaitu yang setara dengan tonisitas larutan garam NaCl 0,9%. Ini disebut cairan ISOTONIS. Larutan yang tidak isotonis jika masuk kedalam kulit-daging-air mata akan berakibat sesuatu, yaitu bila hipertonis akan terasa pedih sedangkan bila hipotonis akan terjadi pecahan sel. Oleh karena itu, cairan atau larutan untuk obat suntik/tetes mata/tetes hidung sebaiknya isotonis. Diperbolehkan hipertonis dengan batas-batas tertentu, karena meskipun terasa pedih, lama-lama hilang karena larutan akan diencerkan oleh cairan tubuh/air mata. Yang tidak diperbolehkan adalah larutan hipotonis, karena sel kemungkinan mengkerut dan pecah.

 

Perhitungan isotonis/tonisitas

 

Tonisitas laritan tergantung kepada kadar zat terlarut, jika kadar kurang kemungkinan hipotonis. Agar menjadi isotonis perlu ditambah zat terlarut. Tentunya untuk menambah ini dipilih zat inert, tidak mempengaruhi obat, baik secara kimia maupun terapi. Jumlah ditambahkan tergantung jenis zat. Yang umum digunakan adalah NaCl (garam dapur)/fosfat/borat (acid boricum). Zat ditambahkan berdasarkan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat tersebut.

 

hubungan antar muka

 

Bila beberapa bentuk saling berhubungan, terjadi ikatan antara bentuk tersebut. Keadaan permukaan dari bentuk molekul selalu berbeda.hubungan ini disebut hubungan antar muka.

 

Sifat hubungan antar muka ini banyak manfaatnya. Sebagai contoh hubungan antar muka: bentuk cair dengan gas, cairan dengan padatan, padatan dengan padatan, padatan dengan gas. Hubungan ini sangat dipengaruhi oleh suhu dan tekanan antar muka.

 

Hubungan antar muka ini banyak kepentinganya terutama dalam pembuatan obat dan pengobatan

 

Sebagai contoh sifat granule, pembuatan tablet lapis, pembuatan emulsi dan suspensi, serta pengobatan diare, dan penyerapan macet.

 

Tegangan permukaan

 

Permukaan dan tegangan permukaan

 

Dalam keadaan cair zat tersusun sebagai molekul yang mempunya daya tarik menarik yang sama.karena pada permukaan, cairan berhubungan dengan udara atau bagian samping berhubungan dengan permukaan wadah, terjadi hubungan dengan molekul berbeda serta tegangan permukaan berbeda, kemungkinan terjadi tarik menarik atau saling tolak menolak. Daya tarik ini disebut adhesi sedangkan pada molekul cairan disebut kohesi.

 

Masing-masing cairan mempunyai kekuatan yang disebut dengantegangan permukaan.tegangan permukaan ini merupakan kekuatan yang ingin mempersatukan masing-masing molekul untuk menyatu membentuk volume yang sekecil kecilnya, maka dari itu tetesan cairan yang menetes selalu berbentuk bulat karena volume yang terkecil ada bulatan.

 

Karena masing-masing cairan mempunyai tegangan permukaan yang berbeda, maka cairan satu dengan yang lain dapat bercampur atau tidak mau bercampur tergantung pada perbedaan tegangan permukaan masing-masing zat. Keadaan ini menyebabkan cairan dapat membasahi atau tidak membasahi permukaan. Tegangan permukaan merupakan kekuatan per luas permukaan.

 

Mengukur tegangan permukaan

 

Untuk mengetahui adanya tegangan permukaan dan besarnyategangan permukaan dengan cara:

 

1.     Metoda kenaikan kapiler

 

Digunakan tabung kapiler yang dimasukkan kedalam cairan.maka cairan di dalam kapiler kemungkinan permukaanya lebih tinggi atau lebih rendah tergantung cairannya. Air lebih tinggi dari permukaan cairan di wadah dan bentuk permukaan cekung ini karena air membasahi gelas. Air raksa permukaannya lebih rendah di dalam tabung daripada didalam wadah, karena air raksa tidak membasahi gelas

 

2.     Metode cincin du nay

 

Cincin du nay merupakan timbangan dengan dilengkapi cincin dari logam platina atau kadang-kadang diganti dengan gelas kaca yang tebal agar permukaan luas. Jika dimasukkan cincin tersebut pelan-pelan pada permukaan cairan, neraca tidak setimbang lagi seolah-olah cincin atau kaca didorong oleh permukaan cairan, agar seimbang kembali perlu penambahan anak timbangan, tergantung kepada jenis cairan.

 

Koefisien penyebaran

 

Bila minyak kita tuangkan dalam air maka minyak akan menyebar di permukaan air membentuk bulatan-bulatan seperti lapisan film.

 

Adanya daya kohesi dan adhesi atas permukaan menyebabkan terjadinya sedut kontak yang besarnya berbeda. Ini terlihat apabila cairan diteteskan pada suatu permukaan.

 

Bila cairan membasahi, maka sudut kontak kecil namun bila cairan berwujud tetesan, maka sudut kontak besar.

 

Besarnya sudut kontak tergantung kepada besarnya tegangan permukaan natara cairan dan permukaan dimana cairan diteteskan.

 

Surfaktan

 

Air tidak bercampur dengan minyak. Bila bulu ituk tidak terbasahi didalam air karena bulunya dilapisi minyak. Bila disabun maka akan basah hal ini karena minyak mempunyai tegangan permukaan yang berbeda dengan air. Dengan adanya sabun maka perbedaan tegangan permukaan dapat diturunkan sehinga air dapat bercampur dengan minyak. Maka sabun disebut sebagai zat yang dapat menurunkan tegangan perumkaan (surface active agent). Hal ini disebabkan sabun mempunyai gugus yang suka air yang suka minyak xat ini disebut ampifilik.

 

HLB : hydropil lypofil balance. Sifat suka air dan suka minyak disebut surfaktan. Karena mempenyai keseimbangan gugus suka air dan minyak yang disebut HLB

 

Penggunaan surfaktan : membuat emulsi,suspensi, spon mencuci, sebagai anti busa serta peningkatan kelarutan.

 

Adsorbsi pada permukaan padat

 

Adsorbsi pada permukaan padat terjadi terhadap cairan,gas maupun padat dengan padat

  1. Adsorpsi gas dan padat : prinsip yang digunakan proses penghilangan bau ruangan, pengukuran ukuran permukaan partikel
  2. Adsorpsi cairan-padat : prinsip yang digunakan pada proses menghilangkan warna cairan, kromatografi, mencuci, pembasah padat
  3. Adsorpsi gas-padat : adsorpsi ini tergantung pada zat padat sebagai pengadsorpsi, yaitu luas permukaan, tekanan gas dan suhu. Arang aktif yaitu arang yang dipanaskan, mempunyai adsorpsi yang kuat. Maka digunakan untuk menyerap mikoorganisme pada penyebab diase atau menghilangkan cairan menjernihkan air minum. Kaolin digunakan pada prinsip pengobatan sakit perut untuk menyerap bakteri (mikoorganisme penyebab sakit). Didalam kombinasi obat perlu hati-hati. Beberapa alkoloida atau obat-obat yang takarannya kecil tidak boleh dicampur dengan carbo adsorben karena fungsi obat akan hilang akibat carbo adsorben.
  4. Adsorpsi cairan-zat padat : adsorpsi ini perlu diperhatikan terutama zat-zat yang bersifar higroskopis yang akan mencerap uap air akibatnya obat-obat menjadi basah. Penggunaan surfaktan sebagai pembasah,sebagai pembasah surfaktan digunakan untuk memudahkan pembuatan suspensi terhadap zat-zat yang sulit dibasahi. Tablet yang perlu ditambah surfaktan : saponin,sapamin,sodium lauril sulfat. Penggunaan surfaktan sebagai anti busa, busa adalah gas yang terperangkap didalam tabungyang elastis.penambahan surfaktan sebagai aiti busa yang dapat memecah gelembung gas. Prinsip ini digunakan untuk menghilangkan busa pada wkt mncuci (molto anti busa). Pada pengobatan digunakan flatulen (mis,simeticon pd obat antasida)
  5. Adsorpsi padat-padat : keadaan adsorbsi antar permukaan terjadi proses caking pada suspensi. Adsorpsi tergantung pada luas permukaan. Antar permukaan terjadi energi bebas pada permukaan. Antar partikel saling tarik menarik. Daya tarik menarik ini dipengaruhi oleh luas permukaan partikel. Semakin kecil partikel semakin luas permukaanya. Daya tarik menarik antara permukaan ini menyebabkan partikel mengalir membentuk partikel lebih besar,terjadi peningkatan bobot jenis, maka kestabilan suspensi akan terjaga. Pengaruh hubungan antar muka terhadap sifat aliran adalah semakinkecil pertikel maka daya tarik menarik antara permukaan semakin besar. Karena daya tarik menarik semakin besar, maka sifat aliran semakin menurun. Ini penting pada pembuatan tablet dan pengisisan kapsul, maka sebelumnya dibuat bentuk granul untuk meningkatkan BJ dan ukuran partikel agar pengisian kapsul dan bobot tablet seragam.

 

polarisasi cahaya akibat zat padat

 

Menurut teori, cahaya matahari terdiri dari kumpulan cahaya. Oleh karena itu cahaya matahari atau lampu disebut cahaya polikromatis.

 

Oleh pengaruh kristal bentuk tertentu misalnya butir-butir air yang ada di awan, jika terkena cahaya matahari maka cahaya tersebut teruraikan menjadi susunan warna pelangi yang sangat indah dari mulai merah hingga ungu. Namun masih ada cahaya yang tidak nampak yaitu infra merah dan ultra ungu (ultra violet). Kedua cahaya tersebut tak nampak tetapi dapat dibuktikan keberadaannya misalnya dengan adanya efek panas atau berflouresensi pada saan di jatuhkan (dimasukkan) ke zat-zat tertentu. Hal ini digunakan untuk adanya kandungan zat tertentu dari tumbuh-tumbuhan (terutama jenis alkoloida).

 

Masing-masing cahaya pelangi baik merah atau kuning dll tidak dapat diuraikan kembali menjadi warna-warna lain, maka cahaya tersebut disebut cahaya monokromatis.Contohnya lampu dari logam natrium yang warnanya kuning.

 

Cahaya terpolarisasi

 

Secara teoritis cahaya terdiri dari getaran getaran. Getaran ini mempunyai arah yang tegak lurus terhadap arah cahaya. Ini terjadi baik pada cahaya monokromatis maupun polikromatis. Dengan suatu kristal bentuk tertentu maka cahaya mempunyai getaran ke segala arah dapat disearahkan, maka cahaya tersebut disebut cahaya terpolarisasi dan hanya mempunyai satu arah getaran.

 

Perhitungan interpolasi

 

Interpolarisasi (inter=antara, polasi=kutub/ujung) merupakan hitungan angka yang ditengah atau angka yang terletak antara dua angka berdasarkan angka yang ada diujung.

 

Perhitungan ini digunakan untuk:

  • Menghitung BJ
  • Kadar etanol dalam %b/b dan %v/v
  • Untuk standarisasi termometer

 

Pengenceran

 

Secara sederhana pengenceran adalah membuat campuran atau larutan yang lebih randah konsentrasinya dari campuran/larutan semula.

 

Pengencaran sesungguhnya dapat diartikan membuat campuran atau larutan yang kadarnya diinginkan dari campuran atau larutan yang kadarnya diketahui.

 

Pengenceran dapat berwujud padat atau cairan.

 

Dari definisi diatas pengnceran jika dimaksudkan untuk membuat campuran yang kadarnya dari tinggi ke rendah atau sebaliknya.

 

Tujuan pengenceran:

  1. Untuk mengurangi sifat nilai iritasi suatu zat.
  2. Untuk mempercepat pekerjaan (misal:tak perlu melarutkan dari kristal).
  3. Ingin takaran terbaik berdasar dosis obat.
  4. Memudahkan pengukuran/penakaran.
  5. Memperbaiki % (kadar) campuran/larutan akibat kesalahan.

 

Macam-macam pengenceran:

 

  1. Pengenceran zat padat : banyak dilakukan terutama pada pembuatan serbuk atau sediaan.
  2. Pengenceran zat cair :

i.        pengenceran tanpa kontraksi : pengenceran berbentuk cairan dimana tidak terjadi penyimpangan baik pada bobot,volume,berat jenis.

ii.        pengenceran kontraksi : pengenceran dimana terjadi penyimpangan pada volume, Bj campuran tetapi bobot tetap. Contoh: pengenceran etanol dalam segala konsentrasi,pengenceran H2SO4 pekat

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Asy-hadu al-la ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuulullaah

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi aj-ma’iin

Para Blogger Rohimakumullah,

Membahas topik seks bebas sama artinya dengan membahas cara mengekspresikan cinta yang paling melanggar norma-norma masyarakat [http://sight-wigen.blogspot.com/]. Tetapi bukan itu, yaitu bukan tentang bagaimana cara mengekspresikan cinta yang paling melanggar norma-norma masyarakat, yang ingin penulis bahas dalam tulisan kali ini. Tetapi suatu upaya menjelaskan bagaimana fenomena ini mewabah di kalangan generasi muda saat ini.

Para blogger yang dikasihi Allah,

Pertama-tama penulis ingin membahas mengenai peran IT sebagai media promosi. Perkembangan yang pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini memang berkaitan erat dengan fenomena seks bebas di kalangan generasi muda itu. Penulis tidak berprasangka tetapi memang mencurigai bahwa pesatnya perkembangan IT itu memiliki peran yang paling dominan dalam memunculkan fenomena seks bebas itu. Katakanlah bahwa fenomena seks bebas itu sudah ada bahkan jauh sebelum kemunculan era IT ini, itu karena media untuk mempromosikannya berbeda. Kalau dulu, tidak usah jauh-jauh katakanlah di era kemunculan televisi, maka televisi merupakan media yang ampuh pada masa itu untuk mempromosikan paham seks bebas ini, apakah melalui film, tayangan berita, maupun iklan. Tetapi media televisi masih dapat dikontrol bahkan dikuasai oleh pemerintah. Karena itu ledakan pengaruhnya tidak terlihat massal. Berbeda dengan IT ini, pengontrolan nampaknya mustahil sehingga dampak yang ditimbulkan terhadap pelanggaran norma-norma yang berlaku di masyarakat ini bak gelombang tsunami yang sangat sulit untuk dibendung lagi! Ketika seorang ayah, misalnya, mengetahui bahwa anaknya yang mulai tumbuh remaja telah berani melanggar peraturan rumah yang ditetapkannya, maka secara otomatis sang ayah akan mencari tahu penyebabnya dari lingkungan bergaulnya. Ketika kemudian diketahui bahwa sang anak banyak bergaul dengan si ‘anu‘ yang memiliki perilaku yang berlawanan dengan norma-norma yang dibuat sang ayah ini di rumah, maka sang ayah segera tahu bahwa ini anak telah terpengaruh oleh si ‘anu‘ itu. Maka demikianlah jika kita ingin mencari tahu penyebab yang dominan dari marak dan mewabahnya seks bebas di kalangan remaja itu, kita tinggal merunutnya pada media atau sarana promosi apa yang paling canggih sekarang ini, hingga pada akhirnya kemudian semuanya bermuara pada pesatnya perkembangan IT dewasa ini.

Para blogger yang budiman,

Seorang pedagang es misalnya, tentu tidak akan bilang ‘awas nanti dimarahi ayahmu lho‘ kepada seorang anak SD yang kelihatannya tertarik ingin membeli es yang dijajakannya. Tetapi mereka akan menggunakan bahasa promosi seperti ‘nggak akan aku bilangin kok‘, atau ‘nggak ada yang tahu kok‘.

JIka kita perhatikan, entah itu video-video porno, foto-foto, gambar-gambar, atau tulisan-tulisan yang ditampilkan dalam IT itu sebenarnya tidak jauh beda kontennya dengan yang dulu-dulu ketika IT belum ditemukan orang, baik dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas. Akan tetapi muatan informasi yang dibawanya itu sedemikian kuatnya sehingga, jika diibaratkan sebagai virus yang melewati suatu tempat,  ini mudah sekali menjangkiti siapapun yang berhasil mengaksesnya. Nah, kebanyakan dari kita tidak–kalau tidak bisa dikatakan belum–sepenuhnya aware dengan bahaya ini. Maka ketika tiba-tiba mendung lalu turun hujan seperti yang akhir-akhir ini sering terjadi kita tidak siap dengan payungnya atau jas hujannya!

Kembali ke contoh penjual es tadi. Kita semua tentu tahu bahwa es itu di mana-mana sama: rasanya dingin. Tetapi penjualnya tidak akan kehilangan akal dengan menambahkan bumbu-bumbu seperti warna, aroma, hingga rasanya, sehingga sensasi dingin itu akan terasa tidak persis sama. Baru setelah kita mengkonsumsinya kita mendadak tahu mengapa kita kemudian terserang batuk atau flu. Lalu kita menyalahkan es tadi sebagai penyebabnya. Mengapa tidak kita salahkan sekalian penjualnya? Yaitu yang paling berperan dalam mempromosikan es itu sehingga akhirnya kita membelinya juga?

Para blogger yang budiman,

 

Robbanaa aatinaa fid-dunya khasanah, wa fil aakhirati khasanah, wa qina adzaban naar

Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Asy-hadu al-la ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuulullaah

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi aj-ma’iin

Para Blogger Rohimakumullah,

Mungkin di antara para blogger ada yang sedikit merasa asing dengan istilah jurnalistik. Akan tetapi jika kemudian disebutkan sebuah istilah lain untuk menjelaskannya spontan bibir akan membulat terperangah sambil latah mengeluarkan bunyi “Ooooh…!”. Istilah itu adalah wartawan.

Ya, istilah yang baru disebutkan itu memang sudah terlalu familiar–kalau tidak bisa dibilang terlalu ada–dalam keseharian kita. Demikian pula dengan istilah Islam, yang merupakan agama mayoritas dari penduduk Indonesia hingga saat ini–termasuk penulis sendiri. Tetapi bila dua istilah itu digabungkan, yaitu istilah jurnalistik dengan istilah Islam maka akan muncullah sebuah istilah yang masih belum populer hingga saat ini yaitu jurnalistik Islam.

Aneh juga sebenarnya apabila dibandingkan dengan perkembangan ilmu-ilmu lainnya. Ketika ilmu ekonomi bersinggungan dengan Islam lahirlah ekonomi syariah. Demikian pula ketika ilmu psikologi bersentuhan dengan Islam lahirlah psikologi Islam. Bagaimana ketika jurnalistik berhadapan dengan Islam? Memang istilah jurnalistik Islam kemudian lahir. Akan tetapi  penulis tidak pernah mendengar ataupun melihat adanya kesungguhan dari tokoh-tokoh yang membidani kelahiran istilah ini untuk mensosialisasikan bahkan kemudian mempopulerkan istilah ini kepada masyarakat luas. Terbukti dengan ketidakpopulerannya istilah ini di masyarakat luas.

Penulis sendiri tidak merasa sebagai orang yang berperan dalam melahirkan istilah jurnalistik Islam itu. Akan tetapi melihat perkembangan seperti yang penulis sebutkan itu, ada semacam kesadaran dari dalam diri penulis sendiri untuk–setidaknya–memikirkan dan–bahkan–kemudian menindak-lanjuti perkembangan dari jurnalistik Islam itu sendiri.

Selain dari itu, jurnalistik sendiri bermacam-macam, seperti halnya wartawan itu juga bermacam-macam. Dari sebuah sumber dikatakan bahwa “Berdasarkan jenis media dan teknik publikasinya, jurnalistik dapat dibedakan menjadi jurnalistik cetak, jurnalistik elektronik, dan jurnalistik online.” [http://jurnalistik-smpitpermatahati.blogspot.com/2013/02/apa-itu-jurnalistik.html]. Nah, untuk membatasi obyek bahasannya, maka yang dimaksud dengan jurnalistik oleh penulis adalah jurnalistik cetak (print journalistics). Hal ini sesuai dengan bidang jurnalistik yang penulis geluti. Selanjutnya sumber itu menyatakan bahwa “Jurnalistik cetak (print journalism) adalah proses jurnalistik yang produk atau laporannya ditulis dan disajikan dalam media massa cetak (printed media), seperti suratkabar, tabloid, dan majalah.

Teknik penulisannya menggunakan “bahasa tulis” (written language) bergaya “bahasa jurnalistik” (language of mass media), bercirikan antara lain hemat kata, sederhana, mudah dimengerti, tidak mengandung arti ganda, dan umum digunakan.
Perlu untuk ditinjau di sini mengenai istilah dan definisi jurnalistik cetak itu. Penulis lebih condong pada istilah jurnalistik media cetak daripada jurnalistik cetak. Hal ini bersesuaian dengan jenis medianya, yaitu media cetak seperti koran, majalah, tabloid, dan lain sebagainya itu. Sedangkan istilah jurnalistik cetak itu meragukan, karena apakah segala produk cetak itu bisa menjadi media jurnalistik. Sedangkan mengenai definisi dari jurnalistik media cetak itu sendiri penulis memiliki sebuah teori tentang pengaruh kemajuan di bidang teknologi percetakan terhadap perkembangan kemampuan di bidang jurnalistik. Teori tersebut menyatakan ada hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara jurnalistik dengan kemajuan teknologi di bidang percetakan. Di satu sisi kemajuan teknologi di bidang percetakan mendapat keuntungan berupa penyebarluasan kemajuan mutakhir yang berhasi dicapai di bidang teknologi percetakan. Di sisi lain, jurnalistik juga mendapat keuntungan dengan kecanggihan dari teknologi percetakan yang paing mutakhir itu untuk memperkembangkan produk-produk jurnalistiknya. Nah, berdasar teori itu, maka definisi mengenai jurnalistik media cetak adalah jurnalistik yang memanfaatkan teknologi percetakan untuk mempublikasikan produk-produk jurnalistiknya.

Para blogger yang disayangi Allah,

Apa yang dimaksud dengan jurnalistik Islam itu? Sebelum penulis membahasnya secara lebih ‘mengena‘ mengenai peristilahan jurnalistik Islam itu, pertama-tama penulis ingin membahas mengenai bagaimana proses Islamisasi sebuah ilmu itu. Dan untuk tujuan itu penulis mengajukan dua buah teori yang ditinjau dari latar belakang pendidikan dasar yang direncanakan akan dijalani oleh seseorang dengan asumsi dasar bahwa seseorang itu sebelum merencanakan jalur pendidikan untuk dirinya sendiri itu di dalam dirinya memang sudah ada bakat bawaan sebagai seorang jurnalis.

Teori pertama adalah seseorang itu merencanakan bahwa jalur pendidikan formalnya adalah sekolah-sekolah non-Islam dalam arti ia tidak sekolah di sekolah Islam yaitu SD, SMP, SMU, hingga Perguruan Tinggi yang non-Islam. Nah, untuk orang-orang seperti ini, hendaknya selalu diberi pengarahan dan bimbingan agar memberikan kepada dirinya sendiri tentang wawasan ke-Islam-an. Penulis rasa sudah banyak sekolah-sekolah non-Islam yang telah menerapkan kebijakan yang sejalan dengan teori pertama penulis tentang Islamisasi sebuah ilmu ini. Suatu misal diadakannya acara istighotsah sebelum UAN, lomba-lomba di perayaan Maulid Nabi, bahkan ada Pendidikan Agama Islam. Ini teori yang pertama.

Teori kedua adalah seseorang itu merencanakan bahwa jalur pendidikan formalnya adalah sekolah-sekolah Islam, baik di Pondok Pesantren atau tidak seperti MI, MTs, MA, hingga Universitas Islam. Nah, untuk orang-orang seperti ini, hendaknya selalu diberi pengarahan dan bimbingan agar memberikan kepada dirinya sendiri tentang wawasan ke-ilmu jurnalistik-an. Penulis melihat bahwa pendidikan formal dengan dasar Islam ini telah memperkenalkan pelajaran-pelajaran tentang ilmu lain selain tentang ke-Islam-an, seperti ilmu sosial, ilmu alam, ilmu psikologi, dan sebagainya.

Para blogger yang dirahmati Allah,

Selanjutnya penulis perlu menjelaskan mengenai apa wawasan ke-Islam-an bagi jurnalistik itu dan apa wawasan ke-ilmu jurnalistik-an itu bagi Islam. Tetapi sebelum memasuki pada tahap pemberian wawasan ini, pengkondisian perlu diciptakan terlebih dahulu. Ibarat petani yang ingin menanam padi di sawah, maka agar memberikan hasil yang memuaskan lahan pertaniannya terlebih dahulu diolah dahulu seperti dicangkuli, dibajak, dan lain sebagainya sehingga membentuk suatu kondisi yang memungkinkan bagi padi untuk tumbuh di lahan itu. Dan untuk tujuan ini–lagi-lagi–penulis mengajukan dua buah teori.

Teori pertama adalah jurnalistik itu adalah merupakan suatu disiplin ilmu sebagaimana ilmu-ilmu lain seperti psikologi, ekonomi, dan lain sebagainya. Nah, sebagai sebuah disiplin ilmu, maka jurnalistik juga perlu mengalami perkembangan selayaknya sebuah ilmu. Artinya semua pengetahuan tentang jurnalisme baik yang telah, sedang, maupun akan berkembang untuk kepentingan jurnalisme itu sendiri diberi ruang tersendiri. Suatu contoh adalah sebelum diketemukannya mesin cetak, segala hal yang bernilai jurnalistik adalah kerja tangan manusia. Nah, seiring dengan perkembangan jaman, dunia telah mengenal mesin cetak sehingga jurnalistik kemudian dikenal tidak lagi sebagai karya tangan melainkan sebuah industri yang pengerjaannya telah melibatkan mesin yang penemuannya dipelopori oleh Guttenberg itu. Secara teknis, dulu dalam menulis suatu berita misalnya, maka orang memikirkan bagaimana hasil akhirnya jika berita itu dipindah-tangankan ke media daun lontar misalnya. Tetapi ketika kemudian mesin cetak diketemukan, maka orang akan memikirkan bagaimana hasil akhirnya jika tulisan yang mula-mula ditulis di atas kertas itu dikerjakan oleh mesin pada media kertas. Mesin cetak itu sendiri kemudian mengalami perkembangan yang makin canggih. Dan akhirnya, di jaman ini, komputer telah ikut berperan dalam pengelolaan materi-materi jurnalistik, di mana persebarannya pun telah mengalami revolusi pula: tidak hanya di dunia ‘nyata‘ tetapi juga di dunia ‘maya‘ yaitu melalui Internet. Sekali lagi, secara teknis orang akan berpikir bagaimana hasil akhirnya jika tulisannya yang diketik dengan komputer itu ditampilkan dengan ‘wajah ‘ online. Ini semua adalah gambaran secara umumnya yang intinya adalah jurnalisme itu merupakan suatu disiplin ilmu pula sebagaimana disiplin ilmu yang lain.

Teori kedua adalah tentang hubungan simbiosis mutualisma antara jurnalistik sebagai disiplin ilmu dan Islam sebagai agama. Teori ini menyatakan bahwa antara ilmu jurnalistik dengan Islam itu hendaknya terjalin hubungan timbal balik yang saling memberi manfaat satu sama lainnya. Itulah: ilmu jurnalistik memberikan manfaat pada Islam, dan Islam memberikan manfaat pada ilmu jurnalistik. Kemajuan di bidang jurnalisme misalnya, diharapkan bisa turut memberikan sumbangan bagi perkembangan Islam. Contoh yang sederhana adalah bila koran bisa dikerjakan dengan mesin cetak, mengapa mesin cetak untuk koran itu tidak disumbangkan saja untuk mencetak dan menyebarluaskan al-Qur’an? Sebaliknya Islam diharapkan juga memberikan manfaat bagi jurnalisme. Misalnya saja, dalam Islam dikenal ilmu sanad untuk meneliti kesahihan hadits. Nah, mengapa wawasan tentang ilmu sanad ini tidak diberikan kepada para jurnalis biar dalam menyusun sebuah berita para jurnalis itu menjadi kian selektif?

Para blogger yang dirahmati Allah,

Apa yang dimaksud dengan wawasan ke-ilmu jurnalistik-an bagi Islam itu? Apa yang dimaksud dengan wawasan ke-Islam-an bagi jurnalistik itu? Berikut akan penulis coba untuk menguraikannya satu per satu.

Pada dasarnya yang dimaksud dengan wawasan ke-ilmu jurnalistik-an itu tidak lain adalah bagaimana jurnalistik itu bisa menjadi suatu disiplin ilmu yang mandiri dalam arti tidak tercampur dengan disiplin-disiplin ilmu yang lain, dan ini artinya adalah memahami apa jurnalistik itu.

Robbanaa aatinaa fid-dunya khasanah, wa fil aakhirati khasanah, wa qina adzaban naar

Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Asy-hadu al-la ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuulullaah

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi aj-ma’iin

Para Blogger Rohimakumullah,

Jika kita semua ditanya tentang apakah obyek ilmu Fisika itu? tentu semua sepakat menjawab bahwa Fisika adalah ilmu yang obyeknya benda-benda mati. Hal ini sejalan dengan ilmu kimia yang obyeknya juga benda-benda mati. Nah, penulis adalah satu-satunya orang yang tidak setuju dengan jawaban itu. Apabila dilawankan dengan ilmu biologi, yaitu ilmu yang obyeknya mahluk hidup, maka jawaban seperti itu cukup masuk akal. Akan tetapi kita harus ingat bahwa ide dasar ilmu fisika itu adalah mempelajari segala hal yang bisa bisa dieksperimentasi dan dieksplorasi secara empiris. Sehingga dalam menghadapi pertanyaan seperti itu, hendaknya kita balik bertanya, obyek untuk tujuan apa?

Para blogger yang budiman,

Pemikiran positivistik memang memiliki pengaruh yang besar dalam bidang sains. Pemikiran ini pada dasarnya menolak segala hal yang tidak bisa dieksperimentasi dan dieksplorasi secara empiris. Nah, jiwa adalah sesuatu yang abstrak sehingga tidak bisa diekspeimentasi dan dieksplorasi secara empiris. Kesimpulannya, ilmu sains, termasuk fisika dan kimia, membatasi obyeknya hanya pada benda-benda mati saja. Yang menjadi tanda tanya adalah, apakah memang benda-benda mati itu tidak memiliki jiwa?

Allah SWT berfirman,

سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). dan dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Surat Al Hadid ayat 1).

“Alam semesta itu bertasbih kepada Allah SWT seluruhnya, seperti bumi, gunung, air, api, udara, halilintar, benda-benda langit dan semuanya. Tasbihnya alam itu sepanjang yang diketahui manusia mentaati hukum sunatullah dan tunduk pada Iradat (kehendak) Allah SWT. Bagaimana alam itu bertasbih dirahasiakan Allah SWT terhadap manusia, tetapi sedikit banyak dapat dipahami dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.” [http://hidayatilquran.wordpress.com/alam-bertasbih/]

Demikianlah kutipan dari sebuah sumber di Inernet. Nah, jika demikian halnya, benar bukan bahwa benda mati itu sebenarnya ‘tidak benar-benar mati’? Karena hanya sesuatu yang ‘tidak benar-benar matilah’ yang bisa bertasbih.

Mengutip lagi seorang blogger, “ruh dan jiwa pada hakikat nya adalah sama..sebagaimana tersebut didalam ALQuran dan Hadist.. berarti ruh dan jiwa adalah satu..tetapi ada dua nama  ..dinamakan ruh karena dia sangatlah lembut..dan dinamakan Annafsu (jiwa) karena kesangkut pautan nya dengan badan…berarti ruh dan jiwa adalah sama..” [http://ahmadraehan.blogspot.com/2012/05/perbedaan-roh-nyawa-dan-jiwa.html] Dari kutipan ini penulis berkesimpulan bahwa benda mati itu ‘tidak benar-benar mati’ tetapi memiliki sesuatu yang membuatnya bisa bertasbih. Sesuatu ini penulis ijtihad-kan adalah jiwa. Tetapi berbeda dengan jiwa manusia yang memiliki kecenderungan hawa nafsu, jiwa benda mati itu tidak memiliki kecenderungan demikian ini. Jiwa benda mati itu hanya bisa bertasbih saja. Dia tidak bisa sepeti manusia yang jika cenderung pada kejahatan maka bukan tasbih yang diucapkannya melainkan umpatan dan kata-kata kotor sejenisnya. Nah, hanya sesuatu yang memiliki jiwa saja yang bisa bertasbih, bukan?

Nah, dengan demikian bearti percabangan ilmu dalam sains perlu mengalami perubahan secara revolusioner. Ilmu fisika misalnya, ada ilmu fisika yang membahas tentang benda matinya saja (kita sebut saja ilmu fisika materi), dan ada pula yang membahas tentang jiwa benda mati (kita sebut saja ilmu jiwa fisika). Demikian pula ilmu kimia, bisa dibagi ke dalam dua jurusan utama, yaitu ilmu kimia materi dan ilmu jiwa kimia. Tak ketinggalan ilmu biologi kita bagi pula menjadi ilmu biologi materi dan ilmu jiwa biologi. Adalah mudah mendapatkan gambaran percabangan yang lebih spesifik lagi dengan mengambil contoh ilmu biologi, dimana ilmu jiwa biologi itu bisa dibagi ke dalam ilmu jiwa tumbuhan, ilmu jiwa hewan, dan seterusnya.

Para blogger yang dirahmati Allah,

Sampai di sini penulis berkesimpulan bahwa sains yang dipelopori oleh kaum non-Islam itu perlu diberikan wawasan tentang dunia ke-Islam-an. Karena dengan memiliki wawasan ke-Islam-an inilah dalam dunia sains itu tidak hanya dikenal bahwa fisika dan kimia itu hanya melulu berurusan dengan benda-benda mati saja.

Coba kita menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan dunia sejenak. Entah menyepi di luar kota atau di mana saja meski di tengah-tengah keramaian (di taman kota misalnya). Lalu marilah kita coba untuk memusatkan perhatian kita bukan pada suara-suara yang bisa didengan oleh telinga saja. Jika kita tekun melatih ini, insya Allah kita akan mendengar bahwa benda-benda mati itu sebenarnya tidak hanya diam saja. Insya Allah kita–bahkan–akan bisa mendengar keluhan-keluhannya. Seperti air yang akan bekata–dalam diamnya–bahwa dirinya telah tercemar berat akhir-akhir ini. Atau kayu-kayu akan bercerita tentang perlakuan manusia terhadap hutan tempat tinggalnya. Wallahu ‘alam.

Robbanaa aatinaa fid-dunya khasanah, wa fil aakhirati khasanah, wa qina adzaban naar

Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh