PELAJARAN KIMIA FISIKA FARMASI

(http://kimiafisikafarmasi.tumblr.com/)

kimia fisika farmasi

 

DISPERSI

 

Dispersi adalah suatu sistem dimana suatu zat terbagi dalam zat lain. Zat lain yang terdispersi disebut fase terdispersi, sedangkan fase pendispersi disebut fase kontinu atau fase medium. Dalam sediaan farmasi umumnya merupakan system dispersi karena hampir tidak ada atau jarang sekali obat diberikan dalam keadaan 100% murni.

 

Menurut partikel yang terdispersi maka sistem dispersi dibagi:

  • Dispersi molekul ukuran <1nm
  • Dispersi koloidal ukuran 1nm-0,5μm
  • Dispersi kasar ukuran >0,05μm

 

Koloid

 

Dengan ukuran 1 nm- 0,5 μm , maka partikel tak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, namun dapat dilihat dengan mikroskop elektron.Tidak dapat melalui membran semi permiable,difusi sangat lambat.Beberapa larutan yang kelihatan larut namun sebenarnya masih tergolong kedalam system koloid yang sebetulnya belum betul-betul larut. Ini termasuk koloid.misalnya larutan glukosa, polisakarida,protein,polimer. Molekul dispersi karena ukuranya <1nm dapat melewati membran semi permiable.

 

Metoda dialisis

 

Cara yang digunakan didalam dialisis yaitu membersihkan darah kotor dari unsur-unsur yang tidak larut melewati membran semi permiable dengan menggunakan saringan dari selofan yang dapat melewati glukosa, garam, dan urea.Ultra filtrasi juga dapat digunakan untuk menyaring partikel kecil yaitu menggunakan corong buchner dengan tekanan negatif atau penyedot vacuum . Bila penyaringan menggunakan pengaruh muatan listrik maka metoda ini disebut elektroforesis

 

Penggunaan koloid dalam farmasi

 

Didalam kehidupan banyak sistem koloid yang kita jumpai. Air kelihatan jernih terjadi setelah didiamkan beberapa hari terjadi endapan putih/kuning. Ternyata air ini mengandung batu kapur atau besi yang seakan-akan larut namun sebetulnay bentuknya larutan koloidal. Didalam farmasi system koloid banyak digunakan. Beberapa senyawa misalnya : perak koloid/argentum proteinum dugunakan membunuh mikroorganisme dalam tetes mata merah. Kelebihan sistem koloid dalam farmasi mempunyai sifat tidak mengiritasi karena sebetulnya tidak larut. Plasma protein merupakan protein yang dapat mengikat obat didalam darah sehingga obat dapat aktif. Beberapa bahan alam membentuk dispersi koloid dapat digunakan untuk membuat system bentuk sediaan obat.

 

Beberapa polimer dapat digunakan untuk metoda penyalutan termasuk dispersi koloid.

 

Tipe koloid

 

  1. Liofilik koloid : zat dapat menyatu dengan medium atau disebut tipe koloid yang suka kepada medium pendispersi.. liofilik dispersi dapat dibuat dengan mudah dengan jalan seolah olah melarutkan zat ke dalam pelarut (medium pendispersi). Bila pelarut digunakan air disebut hidrasi. Contoh : gelatin, PGA,insulin albumin, karet polisterin
  2. Liofobik kolid : sistem dimana medium pendispersi tidak banyak berinteraksi dengan medium pendispersi. Jadi seolah-olah didalam medium pendispersi tidak ada fase terdispersi atau seolah-olah terjadi pemisahan. Contoh koloid besi pada air, perak,sulfur
  3. Asosiasi koloid : micele&CMC. Koloid ini mempunyai sifat menyukai air dan menyukai minyak ini disebut surfaktan

 

Sifat Optik dari Koloid

 

Tyndal efek bila cahaya kuat dilewatkan larutan koloid maka cahaya akan terjadi pemantulan cahaya sehingga kekuatan cahaya tersebut akan berubah.

 

Dari prinsip tyndal efek ini dibuat mikroskop elektron.

 

Dengan mikroskop elektron dapat terlihat ukuran partikel yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa.

 

Penyerapan cahaya

 

Akibat koloid cahaya intensitas akan menurun bila lewat larutan koloid.Ini disebabkan kekeruhan koloid.Konsentrasi koloid dapat diukur berdasarkan cahaya yang intensitasnya berkurang.

 

Gerakan Koloid

 

Gerakan Brown.Gerakan Brown ini dapat diamati di dalam mikroskop bila ukuran partikel antara 5 mm.Lebih kecil saat diamati.Makin kecil makin sulit diamati.kenaikan kekentalan medium pendispersi makin kecil gerakan Brown bahkan malah berhenti.Misal bila air ditambah giserin.

 

Difusi.Partikel akan mengalami difusi berjalan dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.Gerakan ini berubah setelah mencapai keseimbangan konsentrasi larutan.

 

Sedimentasi.Pengendapan dari koloid dipengaruhi oleh kekentalan medium, bj partikel, tekanan partikel dan konsentrasi partikel.

 

Pengaruh listrik (muatan listrik terhadap koloid)

 

Adanya muatan listrik akan pengaruhi kestabilan koloid terutama koloid yang bersifat ionic.Dengan elektroporosis maka koloid ionic dapat diendapkan dengan proses paengumpalan.

 

Hal ini dapat digunakan untuk melihat banyak zat terlarut atau logam terlarut dalam air

 

Stabilitas Koloid

 

Stabilitas dari koloid akan dipengaruhi oleh faktor adanya muatan listrik dan medium utuk menjaga kestabilan koloid.

 

Penambahan pengental akan menaikan stabilitas koloid, karena akan mencegah daya tarik menarik atau akan menghasilkan geragak Brown ini terjadi pada koloid yang bersifat liofilik.Koloid liofobik tidak tahan / stabil pada panas.Adanya muatan listrik akan menyebabkan daya tarik menarik partikel membentuk gumpalan.

 

Dengan menambah larutan yang bersifat ionic (garam-garam) maka akan mengubah muatan maka kestabilan koloid akan berubah.Akhirnya terjadi tarik menarik dan membentuk aglomorat.

 

Solubilisasi

 

Bila didalam larutan koloid tetap stabil maka seolah olah partikel itu tetap larut.Peristiwa ini disebut dengan solubilisasi.

 

Faktor yang mempengaruhi solubilisasi

 

Ini di pengaruhi oleh surfaktan dan jenis surfaktan

 

kekentalan

 

Kekentalan : hambatan yang terjadi apabila cairan bergerak dalam suatu bidang datar pada jarak tertentu.

  1. Kekentalan dinamis : satuanya poise
  2. Kekentalan statis : satuanya stokes

 

Penggolongan kekentalan

 

Kekentalan dipengarihi beberapa faktor:

i.        Temperatur : makin tinggi suhu, makinkecil kekentalan. Halini penting pada waktu penuangan cairan yang kental atau mengganti ole mesin dilakukan pada saat panas agar lebih mudah mengalir. Kekentalan yang dipengaruhi suhu disebut sistem newton yaitu makin tinggi suhu makin kecil kekentalan

ii.        Kadar zat terlarut : makintinggi zat terlarut maka makin besar kekentalan. Didalam bentuk suspensi, larutan atau emulsi makin banyak zat terlarut, suspending agent maka makin besar kekentalan. Sistem perubahan kekentalan yang tidak dipengaruhi suhu disebut sistem non-newtonius. Dibagi menjadi 3:

  • Aliran plantik dalam keadaan kental biasa, kental namun dengan gerakan sedikit saja sudah berubah menjadi encer ini biasanya trjd pd suspensi yg mengalami flokulasi
  • Aliran pseudoplantik menyerupai plantik, ini terjadi pada zat2 yang digunakan sbg suspending agent atau emulgator. Dalam keadaan biasa akan kental tetapi makin tinggi pengadukan makin encer. Umumnya terjadi pada larutan encer
  • Sifat larutan dilatasi terjadi pd suspensi yang kental dimana mengandung zat terdispersi dengan kadar tinggi ini biasanya terjadi pada suspensi bersifat deflokulasi. Dimana suspensi bersifat renggang kekentalan seputih kapas.

iii.        Bobot jenis : makin besar bobot jenis makin besar kekentalanya. Ini terutama akibat zat terlarut.misalnya ada pengaruh luar atau faktor ekstrinsik (suhu, zat terlarut). Tetapi beberapa cairan murni ternyata berat jenis tidak identik dengan kekentalan.

 

Sistem dan penggunaan kekentalan

 

Sifat kekentalan zat alir cairan digunakan untuk:

  1. Mengukur kemurnian cairan
  2. Stabilitas emulsi, cream, salep, gel,suspensi
  3. Kebaikan atau mutu air sebagai bahan pelumas
  4. Praktik penyaringan cairan kental, menuangkan atau mengalirkan

 

Pengukuran kekentalan cairan

 

a)     Berdasarkan kecepatan aliran : metote ini dengan mengukur kecepatan aliran cairan dibandingkan dengan kecepatan aliran air pada volume atau suhu yang sama. Metode ini menggunakan viskositas ostwald atau ostwald abelohde.

b)    Cup and bob viscometer (metode bola jatuh) menggunakan kelereng atau logam. Dilewatkan tabung yang diameter hampir sama dengan diameter kelereng. Tabung berisi cairan yang akan diukur kekentalannya. Tabung ini direndam ke dalam cairan untuk menyatakan suhu pengukuran

c)     Breakfield atau rim viskometer alat ini berdasarkan mengukur hambatan terhadap gerakan putaran pengaduk (spindel) yang diputar dinamo. Ini dapat digunakan untuk mengukur kekentalan cairan, suspensi,emulsi, salep, cream, gel dengan mengubah jenis pengaduk dengan mengkonversikan dengan masing-masing spindel.

 

keadaan benda

 

Gaya Tarik Menarik Antar Molekul

 

Agar molekul da[at berwujud baik gas, cair, maupun padat maka harus ada gaya tarik menarik antar molekul benda tersebut.Gaya tarik menarik dapat terjadi pada molekul yang sama disebut kOHESI, sedangkan bila berbeda disebut ADHESI.Gaya tarik menarik juga terjadi antar permukaan.Gaya tarik menarik, baik terjadi pada molekul maupun antar permukaan banyak manfaatnya saat kita mempelajari masalah kestabilan suspensi, emulsi, sat terjadi flokulasi atau deflokulasi, kekompakan serbuk dalam kapsul atau kompresi lilitan serbuk pada saat diikat.

 

Gaya Tarik Menarik Dan Tolak Menolak

 

Bila 2 molekul saling berhubungan dan bila masing-masing mempunyai muatan berbeda maka akan saling tarik menarik, sebaliknya bila muatan sama akan terjadi tolak menolak.antara menolak dan menarik terjadi gerakan yang bertentangan sehingga seperti barang yang bersifat elastis.Gaya tarik menarik antar molekul untuk bahan yang berbentuk gas, cair, dan padat sangat berbeda.Hal ini yang akan mempengaruhi bentuk dan kekompakan zat tersebut.

 

Perubahan Bentuk Suatu Zat

 

Ini disebut agrerasi zat.Secara umum zat digolongakan menjadi 3 bentuk, yaitu padat, cair, dan gas.peristiwa perubahan bentuk suatu ke bentuk lain adalah sbb :

  • Padat —-> gas          disebut menyublim
  • Padat —-> Cair           disebut melebur / mencair
  • Gas —-> padat           disebut menyublim
  • Gas —-> Cair             disebut mengembun
  • Cair —-> Gas             disebut menguap
  • Cair —-> Padat           disebut membeku

 

Pt Diagram

 

Adalah pengaruh tekanan dan suhu yang akan mempengaruhi bentuk zat tersebut.Pada Pt Diagram akan mudah dijelaskan perubahan bentuk karena pengaruh tekanan dan suhu.Sebagai contoh air yang mempunyai 3 bentuk, yaitu cair, gas, dan padat.

a)     Bila suhu diturunkan dan tekanan diturunkan, maka air akan berbentuk padat.

b)    Bila suhu dinaikkan dan tekanan di perbesar, maka air akan berbentuk cair.

c)     Bila suhui dinaikkan sedangkan tekanan diturunkan, maka akan berubah menjadi gas.

 

Masing-masing daerah (bentuk zat)di batasi oleh garis-garis pembatas.Ketiga garis dapat bertemu salah satunya, maka titik pertemuan disebut garis pembatas.Pertemuan ketiga pembatas disebut TITIK TRIPLE.Pada titik ini bertemu maka zat tersebut akan mengalami yaitu pada suhu ndan tekanan tertentu akan mengalami ketiga bentuk sekaligus.Apabila zat dinaikan tekanannya pada suhu tertentu, maka akan berubah menjadi gas.Bila pada suhu kemudian tekanan tetap dinaiikan dan suhu coba diturunkan (bila gas gas itu berubah menjadi cair), maka suhu tersebut dinamakan SUHU KRITIS, dan ini penting diketahui p[ada saat kita mengiginkan pencairan gas.

 

Bentuk Gas

 

Bentuk gas umumnya memiliki gaya tarik menat]rik antar molekul sangat kecil bahkan hampir tidak ada lagi.Oleh karena itu, bentuk gas dan volume selalu mengikuti bentuk dan ukuran dari wadah.

 

Hukum Boyle:

 

Bila gas volumenya di perbesar, maka tekanan akan turun.

P xV = K atau P1 x V1 = P2 xV2

 

Perubahan ini pada suhu tetap

 

Pencairan Gas

 

Dengan mengamati titik kritis suatu gas tertentu, maka gas tersebutdapat diubah menjadi bentuk cair asal diketahui titik kritisnya, yaitu dengan menaikkan tekanannya.Perubahan gas menjadi cair dan cair menjadi gas, penting didalam sistem kerja dan penyediian obat, baik sistem packing, sediaan maupun metoda penggunaan.

 

a)     Bentu gas didalam teknik : LPG, LNG, nitrogen cair, freon atau gas lain.

 

b)     Bentuk gas cair dalam obat : Chloraetyl

 

Sediaan Aerosol

 

Apabila gas dimasukkan kedalam wadah tetutup dengan ditekan terus menerus pada suhu kritits akan berubah menjadi cair.Sebaliknya apabila dialirkan ke dalam ruang terbuka akan berubah menjadi gas kembali.Prinsip tersebut digunakan untuk mengemas obat kedalam bentuk AEROSOL (spraying).

 

Prinsip aerosol: bentuk aerosol obat bisa berbentuk cairan,padatan, atau suspensi dengan mencampurkan propelan yaitu gas cair, dicampur dengan serbuk, cairan, atau suspensi, lalu dimasukkan ke dalam kaleng yang diberi valve. Dengan memencet valve tersebut, propelan akan berubah dari cair menjadi gas sekaligus akan membawa bahan obat keluar (contoh: aerosol obat asma atau jenis penghilang bau mulut).

 

Sediaan cair

 

Berbeda dengan gas , bentuk cair mempunyai daya kohesi yang lebih besar namun masih kalah dengan bentuk padat. Oleh karena itu, cairan tidak dapat dimanfaatkan namun bentuk masih bisa berubah, yaitu mengikuti bentuk tempatnya.

 

Salah satu sifat zat cair antara lain: adanya titik beku, titik didih, titik uap, derajat kekentalan, sifat indeks bias. Karena angka dari masing-masing tidak pernah tepat betul, makaistilahnya menjadi jarak didih atau jarak beku, meskipun selisih angkanyasangat kecil.

 

Titik didih/jarak didih

 

Bila cairan dipanaskan mula-mula terjadi kenaikan suhu, lalu mendidih. Suhu didih adalah suhu pada zat cair tepat mendidih pada tekanan udara 76 cm Hg, sedangkan jarak didih adalah suhu pada saat cairan tersuling sebagian/seluruhnya pada tekanan udara 76 cm Hg. Titik didih dipengaruhi oleh jenis cairan, kemurnian cairan, tekanan udara saat itu dan zat terlarut.

 

Pengaruh tekanan terhadap titik didih

 

Bila air dalam keadaan terbuka dipanaskan pada suhu 100°C, telah mendidih. Dengan memanaskan pada tempat tertutup rangkap, ternyata pada suhu 100°C air belum mendidihnya, baru pada suhu 116°C-117°C air akan mendidih bahkan tergantung tekanan, hingga dicapai 121°C.

 

Prinsip tesebut digunakan pada alat autoklaf/pelunak daging atau yang lainnya. Dengan demikian bahwa autoklaf digunakan untuk sterilisasi dengan pemanasan basah pada suhu antara 117°C-121°C. Dengan suhu tersebut, bakteri maupun spora dapat dimatikan. Sedangkan sterilisasi pada uap mengalir, suhu yang tercapai hanya 100°C, sehingga yang mati hanya bakteri namun spora tetap hidup.

 

Jarak didih atau titik didih juga digunakan untuk menentukan kemurnian suatu cairan dangan mengukur titik didihnya, zat yang tidak murni mempunyai titik didih yang menyimpang dari ketentuan literatur.

 

Destilasi fraksi

 

Karena masing-masing cairan mempunyai titik didih tertentu, bila tercampur dengan cairan yang lain dengan cara destilasi fraksi/ penyulingan bertingkat. Berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing.

 

Indeks bias

 

Apabila cahaya dijatuhkan dan melewati medium yang berbeda, misalnya kaca/cairan, maka cahaya tidak berjalan lurus namun sedikit membelokkan/dibiaskan (direfrasikan). Indeks bias adalah perbandingan kecepatan cahaya apabila menembus zat yang berbeda.pembiasaan tergantung kepada jenis cairan dan kemurnian cairan. Oleh karena itu, indeks bias juga dapat digunakan untuk menentukan kemurnian cairan berdasarkan pembiasaan. Metoda ini disebut metoda refraktometer dengan alat REFRAKTOMETER ABBE. Metode ini sangat cepat, praktis, dan memerlukan bahan yang sangan sedikit (hanya satu tetesan cairan). Metode ini terutama untuk mengukur kemurnian minyak-minyak menguap.

 

Titik beku dan penurunan titik beku (ΔTB)

 

Zat bika didinginkan akan membeku pada suhu bekunya. Titik beku tiap cairan berbeda tergantung kemurnian cairan juga tergantung kemurnian cairan. Bila dalam cairan terlarut zat-zat, maka titik bekunya semakin rendah. Ini disebut dengan penurunan titik beku (ΔTB). Penurunan titik beku ini penting terutama di daerah dingin untuk pendingin mesin. Mesin mobil perlu ditambah garam mineral agar air (radiator cooler) tidak membeku pada musim dingin. Adanya zat terlarut akan menurunkan titik beku, sebaliknya akan menaikkan titik didih. Jika dengan titik beku juga digunakan untuk melihat kemurnian suatu cairan.

 

Penurunan titik beku dan tonisitas larutan

 

Adanya zat terlarut dalam cairan akan mempengaruhi titik beku atau terjadi penurunan titik beku. Ternyata makin tinggi zat terlarut, penurunan titik beku semakin meningkat. Selain itu menurunkan titik beku, hal tersebut juga ada hubungannya dengan tonisitas dari cairan. Jadi, tonisitas cairan juga dipengaruhi oleh kadar zat terlarut.

 

Tonisitas larutan

 

Larutan mempunyai tonisitas tertentu. Tergantung kadar atau jenis zat terlarut. Ini akan terasa apabila cairan dimasukkan ke dalam bahan/ diteteskan pada membran mukosa (selaput lendir) dari anggota badan, seperti hidung dan mata, karena tonisitas berbeda.

 

Cairan badan mempunyai tonisitas tertentu yaitu yang setara dengan tonisitas larutan garam NaCl 0,9%. Ini disebut cairan ISOTONIS. Larutan yang tidak isotonis jika masuk kedalam kulit-daging-air mata akan berakibat sesuatu, yaitu bila hipertonis akan terasa pedih sedangkan bila hipotonis akan terjadi pecahan sel. Oleh karena itu, cairan atau larutan untuk obat suntik/tetes mata/tetes hidung sebaiknya isotonis. Diperbolehkan hipertonis dengan batas-batas tertentu, karena meskipun terasa pedih, lama-lama hilang karena larutan akan diencerkan oleh cairan tubuh/air mata. Yang tidak diperbolehkan adalah larutan hipotonis, karena sel kemungkinan mengkerut dan pecah.

 

Perhitungan isotonis/tonisitas

 

Tonisitas laritan tergantung kepada kadar zat terlarut, jika kadar kurang kemungkinan hipotonis. Agar menjadi isotonis perlu ditambah zat terlarut. Tentunya untuk menambah ini dipilih zat inert, tidak mempengaruhi obat, baik secara kimia maupun terapi. Jumlah ditambahkan tergantung jenis zat. Yang umum digunakan adalah NaCl (garam dapur)/fosfat/borat (acid boricum). Zat ditambahkan berdasarkan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat tersebut.

 

hubungan antar muka

 

Bila beberapa bentuk saling berhubungan, terjadi ikatan antara bentuk tersebut. Keadaan permukaan dari bentuk molekul selalu berbeda.hubungan ini disebut hubungan antar muka.

 

Sifat hubungan antar muka ini banyak manfaatnya. Sebagai contoh hubungan antar muka: bentuk cair dengan gas, cairan dengan padatan, padatan dengan padatan, padatan dengan gas. Hubungan ini sangat dipengaruhi oleh suhu dan tekanan antar muka.

 

Hubungan antar muka ini banyak kepentinganya terutama dalam pembuatan obat dan pengobatan

 

Sebagai contoh sifat granule, pembuatan tablet lapis, pembuatan emulsi dan suspensi, serta pengobatan diare, dan penyerapan macet.

 

Tegangan permukaan

 

Permukaan dan tegangan permukaan

 

Dalam keadaan cair zat tersusun sebagai molekul yang mempunya daya tarik menarik yang sama.karena pada permukaan, cairan berhubungan dengan udara atau bagian samping berhubungan dengan permukaan wadah, terjadi hubungan dengan molekul berbeda serta tegangan permukaan berbeda, kemungkinan terjadi tarik menarik atau saling tolak menolak. Daya tarik ini disebut adhesi sedangkan pada molekul cairan disebut kohesi.

 

Masing-masing cairan mempunyai kekuatan yang disebut dengantegangan permukaan.tegangan permukaan ini merupakan kekuatan yang ingin mempersatukan masing-masing molekul untuk menyatu membentuk volume yang sekecil kecilnya, maka dari itu tetesan cairan yang menetes selalu berbentuk bulat karena volume yang terkecil ada bulatan.

 

Karena masing-masing cairan mempunyai tegangan permukaan yang berbeda, maka cairan satu dengan yang lain dapat bercampur atau tidak mau bercampur tergantung pada perbedaan tegangan permukaan masing-masing zat. Keadaan ini menyebabkan cairan dapat membasahi atau tidak membasahi permukaan. Tegangan permukaan merupakan kekuatan per luas permukaan.

 

Mengukur tegangan permukaan

 

Untuk mengetahui adanya tegangan permukaan dan besarnyategangan permukaan dengan cara:

 

1.     Metoda kenaikan kapiler

 

Digunakan tabung kapiler yang dimasukkan kedalam cairan.maka cairan di dalam kapiler kemungkinan permukaanya lebih tinggi atau lebih rendah tergantung cairannya. Air lebih tinggi dari permukaan cairan di wadah dan bentuk permukaan cekung ini karena air membasahi gelas. Air raksa permukaannya lebih rendah di dalam tabung daripada didalam wadah, karena air raksa tidak membasahi gelas

 

2.     Metode cincin du nay

 

Cincin du nay merupakan timbangan dengan dilengkapi cincin dari logam platina atau kadang-kadang diganti dengan gelas kaca yang tebal agar permukaan luas. Jika dimasukkan cincin tersebut pelan-pelan pada permukaan cairan, neraca tidak setimbang lagi seolah-olah cincin atau kaca didorong oleh permukaan cairan, agar seimbang kembali perlu penambahan anak timbangan, tergantung kepada jenis cairan.

 

Koefisien penyebaran

 

Bila minyak kita tuangkan dalam air maka minyak akan menyebar di permukaan air membentuk bulatan-bulatan seperti lapisan film.

 

Adanya daya kohesi dan adhesi atas permukaan menyebabkan terjadinya sedut kontak yang besarnya berbeda. Ini terlihat apabila cairan diteteskan pada suatu permukaan.

 

Bila cairan membasahi, maka sudut kontak kecil namun bila cairan berwujud tetesan, maka sudut kontak besar.

 

Besarnya sudut kontak tergantung kepada besarnya tegangan permukaan natara cairan dan permukaan dimana cairan diteteskan.

 

Surfaktan

 

Air tidak bercampur dengan minyak. Bila bulu ituk tidak terbasahi didalam air karena bulunya dilapisi minyak. Bila disabun maka akan basah hal ini karena minyak mempunyai tegangan permukaan yang berbeda dengan air. Dengan adanya sabun maka perbedaan tegangan permukaan dapat diturunkan sehinga air dapat bercampur dengan minyak. Maka sabun disebut sebagai zat yang dapat menurunkan tegangan perumkaan (surface active agent). Hal ini disebabkan sabun mempunyai gugus yang suka air yang suka minyak xat ini disebut ampifilik.

 

HLB : hydropil lypofil balance. Sifat suka air dan suka minyak disebut surfaktan. Karena mempenyai keseimbangan gugus suka air dan minyak yang disebut HLB

 

Penggunaan surfaktan : membuat emulsi,suspensi, spon mencuci, sebagai anti busa serta peningkatan kelarutan.

 

Adsorbsi pada permukaan padat

 

Adsorbsi pada permukaan padat terjadi terhadap cairan,gas maupun padat dengan padat

  1. Adsorpsi gas dan padat : prinsip yang digunakan proses penghilangan bau ruangan, pengukuran ukuran permukaan partikel
  2. Adsorpsi cairan-padat : prinsip yang digunakan pada proses menghilangkan warna cairan, kromatografi, mencuci, pembasah padat
  3. Adsorpsi gas-padat : adsorpsi ini tergantung pada zat padat sebagai pengadsorpsi, yaitu luas permukaan, tekanan gas dan suhu. Arang aktif yaitu arang yang dipanaskan, mempunyai adsorpsi yang kuat. Maka digunakan untuk menyerap mikoorganisme pada penyebab diase atau menghilangkan cairan menjernihkan air minum. Kaolin digunakan pada prinsip pengobatan sakit perut untuk menyerap bakteri (mikoorganisme penyebab sakit). Didalam kombinasi obat perlu hati-hati. Beberapa alkoloida atau obat-obat yang takarannya kecil tidak boleh dicampur dengan carbo adsorben karena fungsi obat akan hilang akibat carbo adsorben.
  4. Adsorpsi cairan-zat padat : adsorpsi ini perlu diperhatikan terutama zat-zat yang bersifar higroskopis yang akan mencerap uap air akibatnya obat-obat menjadi basah. Penggunaan surfaktan sebagai pembasah,sebagai pembasah surfaktan digunakan untuk memudahkan pembuatan suspensi terhadap zat-zat yang sulit dibasahi. Tablet yang perlu ditambah surfaktan : saponin,sapamin,sodium lauril sulfat. Penggunaan surfaktan sebagai anti busa, busa adalah gas yang terperangkap didalam tabungyang elastis.penambahan surfaktan sebagai aiti busa yang dapat memecah gelembung gas. Prinsip ini digunakan untuk menghilangkan busa pada wkt mncuci (molto anti busa). Pada pengobatan digunakan flatulen (mis,simeticon pd obat antasida)
  5. Adsorpsi padat-padat : keadaan adsorbsi antar permukaan terjadi proses caking pada suspensi. Adsorpsi tergantung pada luas permukaan. Antar permukaan terjadi energi bebas pada permukaan. Antar partikel saling tarik menarik. Daya tarik menarik ini dipengaruhi oleh luas permukaan partikel. Semakin kecil partikel semakin luas permukaanya. Daya tarik menarik antara permukaan ini menyebabkan partikel mengalir membentuk partikel lebih besar,terjadi peningkatan bobot jenis, maka kestabilan suspensi akan terjaga. Pengaruh hubungan antar muka terhadap sifat aliran adalah semakinkecil pertikel maka daya tarik menarik antara permukaan semakin besar. Karena daya tarik menarik semakin besar, maka sifat aliran semakin menurun. Ini penting pada pembuatan tablet dan pengisisan kapsul, maka sebelumnya dibuat bentuk granul untuk meningkatkan BJ dan ukuran partikel agar pengisian kapsul dan bobot tablet seragam.

 

polarisasi cahaya akibat zat padat

 

Menurut teori, cahaya matahari terdiri dari kumpulan cahaya. Oleh karena itu cahaya matahari atau lampu disebut cahaya polikromatis.

 

Oleh pengaruh kristal bentuk tertentu misalnya butir-butir air yang ada di awan, jika terkena cahaya matahari maka cahaya tersebut teruraikan menjadi susunan warna pelangi yang sangat indah dari mulai merah hingga ungu. Namun masih ada cahaya yang tidak nampak yaitu infra merah dan ultra ungu (ultra violet). Kedua cahaya tersebut tak nampak tetapi dapat dibuktikan keberadaannya misalnya dengan adanya efek panas atau berflouresensi pada saan di jatuhkan (dimasukkan) ke zat-zat tertentu. Hal ini digunakan untuk adanya kandungan zat tertentu dari tumbuh-tumbuhan (terutama jenis alkoloida).

 

Masing-masing cahaya pelangi baik merah atau kuning dll tidak dapat diuraikan kembali menjadi warna-warna lain, maka cahaya tersebut disebut cahaya monokromatis.Contohnya lampu dari logam natrium yang warnanya kuning.

 

Cahaya terpolarisasi

 

Secara teoritis cahaya terdiri dari getaran getaran. Getaran ini mempunyai arah yang tegak lurus terhadap arah cahaya. Ini terjadi baik pada cahaya monokromatis maupun polikromatis. Dengan suatu kristal bentuk tertentu maka cahaya mempunyai getaran ke segala arah dapat disearahkan, maka cahaya tersebut disebut cahaya terpolarisasi dan hanya mempunyai satu arah getaran.

 

Perhitungan interpolasi

 

Interpolarisasi (inter=antara, polasi=kutub/ujung) merupakan hitungan angka yang ditengah atau angka yang terletak antara dua angka berdasarkan angka yang ada diujung.

 

Perhitungan ini digunakan untuk:

  • Menghitung BJ
  • Kadar etanol dalam %b/b dan %v/v
  • Untuk standarisasi termometer

 

Pengenceran

 

Secara sederhana pengenceran adalah membuat campuran atau larutan yang lebih randah konsentrasinya dari campuran/larutan semula.

 

Pengencaran sesungguhnya dapat diartikan membuat campuran atau larutan yang kadarnya diinginkan dari campuran atau larutan yang kadarnya diketahui.

 

Pengenceran dapat berwujud padat atau cairan.

 

Dari definisi diatas pengnceran jika dimaksudkan untuk membuat campuran yang kadarnya dari tinggi ke rendah atau sebaliknya.

 

Tujuan pengenceran:

  1. Untuk mengurangi sifat nilai iritasi suatu zat.
  2. Untuk mempercepat pekerjaan (misal:tak perlu melarutkan dari kristal).
  3. Ingin takaran terbaik berdasar dosis obat.
  4. Memudahkan pengukuran/penakaran.
  5. Memperbaiki % (kadar) campuran/larutan akibat kesalahan.

 

Macam-macam pengenceran:

 

  1. Pengenceran zat padat : banyak dilakukan terutama pada pembuatan serbuk atau sediaan.
  2. Pengenceran zat cair :

i.        pengenceran tanpa kontraksi : pengenceran berbentuk cairan dimana tidak terjadi penyimpangan baik pada bobot,volume,berat jenis.

ii.        pengenceran kontraksi : pengenceran dimana terjadi penyimpangan pada volume, Bj campuran tetapi bobot tetap. Contoh: pengenceran etanol dalam segala konsentrasi,pengenceran H2SO4 pekat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: