PSIKOTIK

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Asy-hadu al-la ilaaha illallaah wa asy-hadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuulullaah

Allaahumma shalli wa sallim wa barik ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi aj-ma’iin

Para Blogger Rohimakumullah,

Tentunya para blogger sudah pernah mendengar istilah orang gila. Akan tetapi pernahkah para blogger mendengar istilah psikotik? Tulisan kai ini membahas masalah psikotik ini.

Apa itu psikotik?

Sebuah sumber menyebutkan, “Psikotik adalah gangguan jiwa yang ditandai dengan ketidak-mampuan individu menilai kenyataan yang terjadi, misalnya terdapat halusinasi, waham atau perilaku kacau/aneh.” (http://perawatpskiatri.blogspot.com/2008/11/psikotik-psychotic.html). Nah, ini artinya psikotik adalah salah satu nama lain dari penyakit kejiwaan ini. Seperti orang bilang, sakit jiwa. Akan tetapi meskipun dikatakan penyakit jiwa, penderita ini ada yang masih dalam taraf bisa disembuhkan. Dia dikatakan bisa menyerang orang, itu benar, karena itulah dikatakan berbahaya. Sumber lain menyebutkan, “Psikotik adalah suatu kelainan jiwa yang  masih dapat disembuhkan.  Namun, pasien yang mengalami psikotik harus menjalani pengobatan dan psikoterapi (terapi kejiwaan) yang cukup lama, sehingga  betul-betul sembuh secara klinis. Meskipun secara medis  gangguan jiwa jenis ini  tidak dapat disembuhkan seratus persen, namun dengan kesabaran dan ketelatenan pasien, dokter dan keluarga, penderita psikotik dapat hidup normal seperti layaknya manusia lain. Secara umum, penderita psikotik dapat hidup berdampingan dengan manusia lain dan menekuni profesinya. Namun pada stadium kronis, panderita psikotik dapat mencederai dirinya dan orang lain sehingga perlu diawasi oleh keluarga pasien.” (http://aceh.tribunnews.com/2013/01/13/gangguan-jiwa-psikotik-bisa-disembuhkan) Itu sebabnya didirikan lembaga yang khusus untuk merehabilitasi orang-orang macam ini, sebagaimana sebuah situs berita menyatakan, “Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sebagian besar pasien Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih ini berstatus gelandangan, pengemis dan psikotik. Mereka mendapat pembekalan diri dan terapi psikologi dari Dinas Sosial kota Surabaya, sebelum akhirnya dipulangkan. “Ada sebanyak 1204 pasien di Liponsos Keputih. Ini hanya 5 persen yg dipulangkan. Saya sadar itu tidak mudah, karena masih banyak yang harus melalui tahap rehabilitasi psikologi dan fisiknya,” ungkap Risma di depan puluhan PMKS di Taman Surya, Kamis (3/4/2014).” (http://beritajatim.com/politik_pemerintahan/202793/pemkot_surabaya_pulangkan_52_pmks_ke_kampung_halaman.html#.Uz1ccicyPAY)

Para blogger rohimakumullah,

Sampai di sini kiranya sudah cukup jelas apa yang dimaksud dengan psikotik itu. Tetapi supaya lebih jelasnya lagi, biarlah penulis jelaskan dengan cara lain yang lebih sederhana. Penulis memiliki teori bahwa penyakit gila itu disebabkan oleh dua hal, yang pertama adalah gangguan pada sistem syaraf pusat, yang kedua adalah gangguan pada sisi kejiwaan. Yang pertama disebut juga orang gila, tetapi lebih populer dengan ungkapan sakit saraf. Yang kedua, ya, sakit jiwa. Nah, psikotik ini tak lain adalah gila yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan itulah.

Bagaimana mengobatinya?

Masalah kemudian muncul, bagaimana cara mengobati penyakit gila jenis psikotik ini? Jujur penulis nyatakan, penulis sebenarnya adalah ahli syaraf–bukan ahli jiwa. Jadi penulis tidak bisa menyatakan bagaimana cara mengobatinya, tetapi ‘menyarankan’, kalau tidak bisa dibilang memberi masukan.

Penulis menduga, jenis gila yang disebabkan oleh gangguan jiwa ini menilai sesuatu berdasarkan pada pengalaman jiwanya. Jadi, jika diberikan obat dengan dosis tertentu yang tepat, ukurannya bukan pada apa yang dirasakan oleh syarafnya, melainkan oleh jiwanya. Ini artinya, jika dengan obat tersebut jiwanya merasakan ketenangan, maka itulah obatnya. Namun ini tidak mudah. Di satu sisi, gangguan kejiwaan sendiri bisa ditelusuri lagi untuk menemukan ‘bagian’ jiwanya yang terganggu itu. Jika sudah ditemuan, bisa dengan mudah dicarikan pemecahannya. Di sisi lain, masing-masing orang itu memiliki pengalaman jiwa yang berbeda-beda. Ini berarti tiap orang memiiki nilai berbeda terhadap efek obat yang diberikan padanya. Bisa saja suatu jenis obat cocok dengan seorang psikotik, tetapi tidak cocok dengan psikotik yang lain. Jadi tidak bisa secara sembarangan dirumuskan secara umum.

Robbanaa aatinaa fid-dunya khasanah, wa fil aakhirati khasanah, wa qina adzaban naar

Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin

As-salaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: