Archive

Monthly Archives: April 2014

[http://internasional.kompas.com/read/2011/04/27/11200354/Lima.Tingkat.Gelar.Kebangsawanan.Inggris]

Lima Tingkat Gelar Kebangsawanan Inggris

DARI 1.900 undangan yang akan hadir pada hari pernikahan pangeran William dan Kate Middleton pada Jumat ini, kelompok bangsawan Inggris merupakan yang terbesar. Siapa saja kelompok aristokrasi Inggris itu dan apa gelar serta sebutan khusus untuk mereka?

Duke/Duchess

Duke merupakan gelar tertinggi dari lima tingkat gelar dalam kebangsawanan Inggris. Jika seorang duke juga merupakan anggota angkatan bersenjata, pendeta atau duta besar, pangkat atau jabatan mereka mendahului gelar kebangsawanannya. Misalnya, “Major-General Duke of …”. Istri dari seorang duke selalu disebut duchess, atau Duchess X ketika diperkenalkan. Dalam dokumen legal, para duke itu disebut sebagai Most Noble William Edward Duke of X. Marquess/Marchioness

Gelar kedua setelah duke adalah marquess/marchioness. Sebuatan lord atau lady merupakan sapaan yang benar buat mereka. Saat ini ada 34 marquess di Inggris Raya. Marquess terkemuka Inggris adalah Marquess of Winchester, gelar yang diberikan tahun 1551 (meskipun ia sesungguhnya tinggal di Afrika Selatan). Sementara marquess terkemuka di Skotlandia adalah Marquess of Huntly (diberikan tahun 1599).

Earl/Count atau Countess

Earl/count atau countess menempati peringkat ketiga dalam gelar kebangsawanan. Gelar itu sudah ada sejak zaman Raja Canute (abad 10). Saat ini ada 191 earl (tidak termasuk Earl of Wessex, Pangeran Edward) dan courtesy earldoms, serta empat countess. Earl terkemuka Inggris dan Irlandia adalah Earl of Shrewsbury dan Waterford (saat ini Charles Henry John Benediktus Crofton Chetwynd Chetwynd-Talbot). Sapaan untuk kelompok ini cukup disebut lord atau lady.

Viscount/Viscountess

Viscount/Viscountess disebut sebagai lord ketimbang Viscount X. Gelar ini berasal dari kantor seorang count, sebuah pangkat yang telah menjadi warisan dari awal abad 10. Ini juga digunakan untuk sheriff sebuah wilayah. Di Inggris gelar itu pertama kali tercatat tahun 1440, dalam Perang Seratus Tahun setelah Raja Henry VI dinobatkan sebagai raja Inggris dan Perancis. Dia ingin mengonsolidasikan gelar kedua negara itu, dan menggelari John Lord Beaumont sebagai Viscount Beaumont di Inggris dan Viscount Beaumont di Perancis.

Baron/Baroness

Baron/Baroness merupakan peringakat terakhir dalam gelar kebangsawanan Inggris. Kata itu dalam Bahasa Perancis Tua berarti “orang bebas”. Pada abad 13 para baron dipanggil oleh raja untuk menghadiri sidang Penasehat atau Parlemen. Baron pertama yang secara resmi diberi gelar adalah John Beauchamp de Holt. Ia menjadi Baron Kidderminster dan gelar itu diberikan oleh Raja Richard II tahun 1387. Sapaan bagi seorang baron cukup sebagai lord. Sorang baroness disebut lady. Gelar baron atau baroness hanya digunakan dalam dokumen-dokumen hukum atau formal.


[http://anieensama.wordpress.com/2010/12/06/gelar-bangsawan-di-eropa/]

Gelar Bangsawan di Eropa

Sekedar curhat nih. Sebenarnya aku posting ini karena aku sedang tergila-gila pada salah satu komik terbitan Indonesia. Aku penasaran dengan gelar bangsawan yang ada di dalam ceritanya. Gelar tersebut mempengaruhi derajat sosial orang tersebut. Semakin tinggi gelarnya, semakin tinggi derajat sosialnya. Artinya, orang yang memiliki gelar bangsawan harus diperlakukan dengan hormat dan sopan.

Berikut ini urutan gelar bangsawan dari yang tertinggi sampai yang terendah hasil dari cari-cari di mbah google^^:

1. Emperor

Adalah penguasa kerajaan. Mengatur segala bentuk peperangan dan berperan besar untuk merebut kekuasaan negara lain. Emperor juga sangat berkuasa dan sering disebut raja antar benua.

2. King/Queen

Bertugas memimpin sebuah negara bagian kekuasaan. Memiliki hak istimewa seperti memberi wewenang, mengatur segala bentuk perundang-undangan, pemimpin pertumbuhan ekonomi dan perang serta hukuman mati.

3. Duke/Duchess

Duke untuk laki-laki dan Duchess untuk perempuan. Merupakan gelar bangsawan tertinggi dibawah pemerintahan monarki. Kaum bangsawan pemilik dari tanah-tanah dan penguasa provinsi.

4. Marquis/Marchioness

Marquis untuk laki-laki dan Marchioness untuk perempuan. Kaum bangsawan feodal yang secara turun temurun dari keluarga kerajaan. Merupakan komandan tertinggi yang bertugas sebagai penasihat dan biasanya adalah orang yang pintar dalam taktik perang.

5. Count(Earl)/Countess

Count(Earl) untuk laki-laki dan Countess untuk perempuan. Gelar ini biasanya di dapat dari warisan ayahnya yang merupakan seorang Duke atau Emperor. Bertugas memimpin strategi perang dan merupakan calon Raja.

6. Viscount/Viscountess

Viscount untuk laki-laki dan Viscountess untuk perempuan. Gelar ini merupakan penghargaan yang diberikan raja kepada orang yang telah mengabdikan dirinya untuk maju berperang. Biasanya diangkat menjadi wakil pangeran.

7. Baron/Baroness

Baron untuk laki-laki dan Baroness untuk perempuan. Merupakan tahta posisi feodal di kerajaan Eropa dan tingkat terbawah di kerajaan. Biasanya diberi tugas lahan-lahan pertanian atau tanah-tanah kosong.

[http://dunianyasari.blogspot.com/2011/04/royal-family-kerajaan-inggris.html]

Royal Family: Kerajaan Inggris

Inggris Raya ( Great Britain ) adalah negara kerajaan yang kekuasaannya dipegang oleh King ( Raja ) atau Queen ( Ratu ). Keturunannya pun akan mendapatkan gelar yang disesuaikan dengan urutan kelahiran
  • Putra pertama bergelar Prince ( Pangeran )
  • Putra kedua bergelar Duke
  • Putra ketiga bergelar Earl
Untuk seterusnya, putra pertama Prince bergelar prince; keturunan pertama Duke bergelar Duke dan seterusnya.
Earl adalah gelar tertinggi dari para bangsawan sebelum ada Duke. Istri Earl akan mendapatkan gelar Countess, namun kerap disapa Lady.
Gelar Lady juga dipakai untuk istri Lord dan wanita bangsawan pada umumnya
Gelar Kebangsawanan Inggris
Terdapat 5 kasta dalam sistem kebangsawanan Inggris, yaitu:
  • Duke, yang merupakan gelar tertinggi
  • Marquess
  • Earl
  • Viscount
  • Baron
Di bawah Baron masih ada gelar yang merupakan anugerah kehormatan ( bukan karena pertalian dengan keluarga kerajaan ). Misalnya:
  • Baronet
  • Knight
Keduanya biasa dipanggil Sir
Istri Duke diberi gelar Duchess, dan bila suaminya meninggal akan disebut Dowager Duchess
Istri Viscount mendapat gelar Viscountess
Ada lagi satu gelar Regent, yaitu sebutan untuk George, pangeran Wales ketika ia mewakili ayahnya, George III yang sakit jiwa ( 1811-1820 )
Kesimpulannya: Rumit…. 🙂

25 Maret 2014

Hari Selasa ini sungguh sial–untungnya belakangan mampu mencarikan solusi. Satpol PP merampas bawaan, lalu menyerahkan ke Dinas Sosial Surabaya di Keputih (LIPONSOS). Masuk Barak-D, bagian Gepeng (gelandangan dan pengemis). Entah bagaimana menceritakannya. Yang jelas dari sini mampu mengubah jalan cerita hidup kita–sebagaimana akan dituliskan.

09 April 2014

Hari Rabu. Hari ini pemilu tahap pertama dilaksanakan.

Wilayah Denanyar, Jombang pinggiran. Tetapi suasana TPS tidak terlihat ramai. Ini berbeda dengan pengalaman penulis ikut nyoblos ketika masa reformasi baru muncul. Tampak di pagi ini beberapa warga duduk di kursi yang disediakan panitia. Tetapi banyak yang kosong, terutama bagian tengahnya. Tidak jauh beda dengan di TPS 19, wilayah yang sama. Suasana nampak sepi-sepi saja.

Adapun suasana di luar, penulis merasa ada nuansa yang berbeda. Tetapi jika dirasakan justru lebih mirip hari raya.

[Sisipan:

– Mengapa orang-orang sering terdengar menyanyi-nyanyikan atau melagu-lagukan suatu irama tertentu di saat suasana sunyi atau di tengah kesunyian. Pada awalnya penulis menduga itu adalah perilaku orang pada umumnya untuk mengatasi stres karena depresi tinggal di blok seperti ini. Tetapi baru kemudian ketahuan bahwa yang biasa melakukan ini adalah orang-orang buta, entah sejak dari sananya atau kemudian. Yang penulis amati adalah orang buta yang memiliki keadaan tubuh seperti seorang pria yang gagah. Ini menarik, karena lagu-lagu itu lebih mirip irama pembentuk sebagai ganti dari kehilangan penglihatannya, disamping orng buta itu nampaknya ia cacat dari sejak kecilnya, atau mungkin dari sejak lahir (sayang penulis tidak sempat bercakap-cakap).

– Menurut keterangan seorang yang dari Rembang, dia bisa dapat makan gratis berkali-kali adalah dari perayaan-perayaan pernikahan. Ini artinya dia menggunakan sesuatu kebaikan-kebaikannya sendiri yang pernah dilakukannya (menurut pengakuannya dia ini pernah menikah dan sudah punya anak, jadi tentu saja pernah menyelenggarakan pesta pernikahan juga kan?).

– Juga dari orang Rembang yang sama, dia mengaku kena masalah soal tanah. Dari sini penulis menyimpulkan bahwa persoalan tanah milik ini memang merupakan hal yang penting, bukan hanya sekedar orang mencari-cari masalah seperti di desa penulis.

– Berdasar keterangan seorang pengantar ‘Pemulangan’, penulis menangkap adanya ‘science of government’. Yang membuat penulis terkejut juga adalah adanya ‘rasionalisasi’ yang dimiliki sains semacam ini. Selain itu, meskipun cara pengajarannya cenderung ‘memanfaatkan’ kemampuan tingginya imajinasi, tetapi merupakan masukan yang menarik untuk dikaji dari sisi ‘seni pemerintahan’ di daerah, dhi adalah pemkot Surabaya.

– Dari pidato pembuka oleh bapak Supomo, kepala Dinsos Kota Surabaya, penulis kaget menemukan bahwa orang-orang dalam pemerintahan kota Surabaya ini memiliki ‘prestasi’ yang bisa dikatakan sebagai bagian dari kepandaian (kemampuan berpidato di depan umum merupakan sebuah prestasi). Penulis teringat pada almarhum ayah penulis sendiri yang memiliki semacam ini, meski tidak sampai pada tingkat Walikota.

– Perilaku orang-orang stres memang seperti kita temukan pada diri kita sendiri: ‘ngomong dhewe’. Tetapi ada yang wujudnya bukan ‘ngomong’, tapi ‘obah dhewe’. Fakta lain, bukan hanya orang-orang gila psikotik ataupun perilaku-perilaku seksual yang menyimpang atau melanggar norma saja yang melihat-lihat waktu. Waktu akan sholat, waktu maghrib, persis seperti kita ekspresikan dengan ‘diam’ itu, tetapi perilaku stres pun juga demikian.]